PRN MOJOKERTO | Ditengah pandemic covid-19 Padepoan Tlasih 87 tetap konsisten melakukan kegiatan rutin Manaqiban dan tertib taat dan patuh pada aturan protocol kesehatan. 02/10/2020.
Tampak terlihat para santri pondok atau yang tergabung dalam padepokan yayasan Tlasih 87 yang dipimpin Ki Wiro Kadek Wongso Jumeno alias Gus Kadek, datang dari berbagai daerah mengikuti acara yang rutin diselenggarakan sebulan sekali di pondok desa Sumber Tempur kecamatan Puri Mojokerto.
Salah satu budaya mengenang sejarah dan autobiographi wali adalah manaqib. Manaqiban atau membaca manaqib dipercaya sebagai jalinan untuk terus-menerus menyambung tali silaturahmi dengan Syekh Abdul Qadir al Jailany yang dikenal dengan sultanul aulia.
Kepada pena Rakyat News Ki Wiro Kadek selaku sesepuh dan ketua Yayasan Tlasih 87 menyampaikan bahwa acara Manaqiban ini rutin digelar sebulan sekali untuk kita semua dengan harapan agar seluruh anggota Pondok Tlasih 87 terhindar dari segala cobaan mara bahaya, hutang, problem bisnis dan mendoakan kepada anggota yang belum berhasil dalam usahanya.
Ki Wiro Kadek juga menambahkan, bahwa yang terpenting dalam acara Manaqiban adalah Manaqib adalah ungkapan kata jama’ yang berasal dari kata Manqibah artinya Atthoriqu fi al jabal jalan menuju gunung atau dapat diartikan dengan sebuah pengetahuan tentang akhlaq yang terpuji, akhlaqul karimah. Dari pengertian ini manaqib dapat diartikan sebuah upaya untuk mendapatkan limpahan kebaikan dari Allah SWT dengan cara memahami kebaikan-kebaikan para kekasih Allah yaitu para Aulia. Sebab Para wali dicintai oleh Allah dan para wali sangat cinta kepada Allah. ( Whab )

