PRN Ngawi | Nyadran atau Bersih Desa merupakan serangkaian adat jawa yang turun temurun, hingga saat ini masih dilaksanakan. Seperti halnya warga Dusun Kerek Desa Kerek Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi, yang masih kukuh setiap bulan ruwah syaban mengadakan Nyadran atau bersih Desa.
Acara bersih Desa dilaksanakan di kediaman Kasun Kerek Arifin, dengan menyajikan hiburan wayang krucil atau wayang kecil (Ki dalang Santoso dari Dusun Sriguwak, Desa Selopuro Kecamatan Pitu Ngawi ) dengan mengambil judul “PADANG KANGKAM PAMORE KENCONO”. Acara Nyadran atau Bersih desa dimulai dari Selamatan (Kenduri) di Makam leluhur dengan doa – doa Islam. Karena warga Kerek pengaruh muslimnya kuat. Warga membawa nasi plus lauk yang nantinya dikumpulkan bersama dan dibagi bersama. Itulah salah satu bentuk kerukunan di desa.
Bayu Onggo Baskoro Kades Kerek saat dijumpai di lokasi acara mengatakan “tradisi Bersih Desa atau Nyadran ini sudah menjadi agenda rutin warga Dusun Kerek, setiap tahun menjelang bulan puasa. Nyadran ini sudah menjadi bagian dari kami yang tak bisa ditinggalkan. Warga kami meyakini, seusai mengadakan acara Nyadran, warga akan diberi rejeki yang melimpah oleh Tuhan Yang Maha Esa, dan dijauhkan dari marabahaya. Intinya semua warga Desa Kerek selalu diberi kesehatan dan keselamatan”.

“Walau wayang jadi polemik di medsos saat ini, tapi tidak menyurutkan semangat warga untuk menampilkan wayang krucil, sekaligus untuk hiburan dan tetap melestarikan budaya leluhur. Antusias warga dalam menonton juga bagus. Wayang krucil digelar mulai pukul 11.00 – 15.00 wib, dan dilanjutkan kembali setelah sholat Isya”, tuturnya. (Jatmiko)

