Blitar, penarakyatnews.id – Latar pendidikan rendah dan ekonomi yang kurang mencukupi tidaklah menjadi hambatan dalam berkarya, sebagai contoh adalah Riyanto (35tahun) warga Dusun Tlogo 2 rt. 03 rw. 02 kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar, dengan kegigihan dan keuletan serta tekat berkarya yang kuat dirinya dapat menciptakan lapangan pekerjaan yang menjanjikan.
Berawal dari pembicaraan guyonan dengan teman sekampung terbersit sebuah tantangan dalam kekuatan batin Riyanto, apakah dirinya mampu membuat karya kerajinan tangan dengan bahan baku limbah disekitar tempat tinggalnya, mengingat Riyanto sama sekali tidak memiliki keahlian atau skill dibidang kerajinan.
Kemauan yang keras disertai tekat yang kuat Riyanto yang memiliki landasan pendidikan yang rendah ini memulai bereksperimen atau percobaan membuat kerajinan dengan bahan baku limbah kayu yang banyak dijumpai di sekelilingnya.
Tidak sedikit karya Riyanto yang gagal, namun gegagalan bagi Rianto adalah awal keberhasilan prinsipnya, maka Riyanto terus berkarya dan berkarya walau banyak baik dari rekan sejawat atau perajin lain yang merendahkan dirinya.
Dari kegagalan itulah Riyanto banyak belajar baik dari teman yang mendukungnya atau belajar dari jaring internet untuk menambah wawasan dan motif yang menarik dalam karyanya.
Tiba saatnya karya Riyanto sangat diperhitungkan di kancah perajin miniatur nasional dengan karya andalannya miniatur kapal dengan tajuk DEWA RUCI CRAFT, hal ini telah terbukti dengan banyaknya pemesan baik dari kalangan lokal, pasar kerajinan Nasional seperti halnya di Bali bahkan tidak sedikit pemesan dari orang asing, dan perbedaan harga semenjak mengawali usaha kerajinan ini juga sangat melonjak dari awal 1 buah karya dihargai 65 ribu rupiah saat ini karya Riyanto dapat dihargai minimal 250 ribu rupiah sampai dengan harga 5 juta rupiah per karya miniatur Kapal Dewa Ruci dengan bahan baku limbah kayu jati.
Bagi Riyanto dirinya tetap Riyanto yang dulu walaupun dirinya sudah dapat menuai keberhasilan namun semangat untuk belajar dan belajar terus mengikuti perkembangan dan tecnologi agar tidak tertinggal dengan produk perajin lain. (Pur)

