BLITAR, penarakyatnews.id – Seiring dengan visi Pemerintahan Jokowi yaitu Membangun Indonesia dari Pinggiran dalam Kerangka NKRI, dialokasikan dana yang lebih besar pada APBN-P 2015 untuk memperkuat pembangunan desa. Pengalokasian Dana Desa dilakukan dengan menggunakan alokasi yang dibagi secara merata dan alokasi yang dibagi berdasarkan jumlah penduduk, luas wilayah, angka kemiskinan, dan tingkat kesulitan geografis.
Dana ini bersumber dari APBN yang diperuntukkan bagi desa yang ditransfer melalui APBD kabupaten/kota dan digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat.
Pengalokasian dana desa diharapkan dapat meningkatkan pemerataan pembangunan kesejahteraan desa melalui peningkatan pelayanan publik di desa, memajukan perekonomian desa, mengatasi kesenjangan pembangunan antar desa serta memperkuat masyarakat desa sebagai subjek dari pembangunan.
Penggunaan Dana Desa yang dilakukan di Desa Pakisaji Kecamatan Kademangan salah satunya adalah pembagunan Talud yang terletak di Dusun Pakisaji RT 005/RW 001 dengan volume 2,1 M/ 38 M. 10M/1,4M dan 6 M/1 M yang menghabiskan dana desa sebesar Rp.46.689.000,- baru saja selesai, akan tetapi kualitas bangunan talud tersebut kurang bagus berdasarkan temuan kami (27/10) terlihat dari keadaan bangunan yang sudah terlihat retakan di beberapa titik, juga materialnya yang rapuh ketika di pukul gampang hancur. Menurut kepala Desa Pakisaji Suwoyo ketika dikonfirmasi mengatakan memang di sini itu struktur tanahnya yang labil sehingga terjadi keretakan, jadi bagunan yang dibangun disitu retak itu pasti, jangankan talud wong bangunan gedung aja kalau dibangun disini pasti terjadi retak retak Ungkapnya.
Pelaksana pembangunan yang menggunakan dana desa ini dikerjakan oleh TPK (Tim Pengelola Kegiatan) yang berada di masing masing lingkungan desa. TPK ini adalah penunjukan dari musyawarah Desa.
Mengutip liputan 6.com, hingga tahun ini, total anggaran yang sudah digunakan pemerintah untuk membiayai dana desa Rp 127,74 triliun bagi 74.910 desa yang menerima bantuan. Rinciannya pada 2015 sebesar Rp 20,76 triliun, 2016 Rp 49,98 triliun, dan 2017 Rp 60 triliun. (pur)

