Mojokerto, PRN.id – Ternyata buntut dari pemecatan 5 siswa SMPN 1 Gondang berbuntut panjang, pasalnya dari berbagai element masyarakat terutama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang ada di wilayah Mojokerto sangat prihatin dan simpati membantu ke 5 anak Bangsa generasi penerus ini agar dapat melanjutkan sekolahnya.
Tidak hanya berkoar-koar 11 tokoh perwakilan LSM pada kamis (4/1) mendatangi kantor dinas pendidikan kabupaten Mojokerto untuk menyuarakan aspirasi masyarakat yang prihatin dengan dunia pendidikan terutama di wilayah Mojokerto.
Dalam tuntutannya, ke 11 perwakilan tokoh LSM yang dikomandani Drs.Kartiwi tidak hanya memperjuangkan agar ke 5 siswa yang dipecat oleh Kepala SMPN 1 Gondang ini dapat sekolah kembali, namun persoalan yang sedang berkecamuk di masyarakat yaitu terkait pungutan liar (Pungli) di sekolah dari tingkat SD sampai SMP ini juga disuarakan dalam forum audensi, dan Zaibal Abidin selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto yang menyaksikan langsung.
Kartiwi selaku koordinator aksi, menjelaskan, protes kali ini sengaja ditujukan ke Dinas pendidikan karena ditemui beberapa persoalan diwilayah pendidikan Kabupaten Mojokerto terkait pungutan liar dibiarkan merajalela, bahkan setiap pungutan berkedok atas kesepakatan Komite dan baguyuban, tetapi yang terjadi pungutan tersebut memberatkan walimurid/orang tua,” ungkap kartiwi.
Tak hanya itu, lanjut Kartiwi termasuk persoalan pemecatan terhadap 5 siswi di SMPN 1 Gondang, dari 11 LSM ini protes agar diterima kembali, sebab kelima siswi ini masih perlu pembinaan dan tak harus main pecat,” tandasnya.
Lebih lanjut menurut Zaibal Abidin, dirinya berjanji kepada semua yang hadir dalam audensi bahwa akan merespon terhadap segala laporan terkait pungutan liar dan akan memberikan sangsi kepada pelaku Pungli, sedangkan terkait 5 Siswa yang dikeluarkan oleh Kepala SMPN 1 Gondang dirinya juga akan menyelesaikan agar sedapatnya ke 5 siswa tersebut dapat sekolah kembali, karena pada dasarnya ke 5 siswa yang dipecat itu hanya melanggar tentang penilaian sikap yang mana ke 5 siswa ini melihat temannya bertengkat di vidio dan diunggah melalui sosial media. (sh07/bo).

