PRN Malang | Malang – Proyek rehab 18 SDN di Kabupaten Malang, satu di antaranya adalah SDN 3 Sumberdem, Kecamatan Wonosari, yang sempat ramai karena disorot anggota dewan, kini diusut Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang.
Informasinya, kejaksaan sudah memanggil banyak saksi, mulai para kepala SDN yang menerima rehab itu, pejabat Dinas Permukiman, Kawasan Perumahan dan Cipta Karya sebagai leading sector atas pelaksanaan rehab, yang anggarannya berasal dari Kementerian PUPR itu.
Iya, itu sedang kami dalami,” ujar Rahmat Supriady SH MH, yang baru sebulan setengah jadi Kajari Kabupaten Malang, Ditanya apa sudah menemukan indikasi dugaan penyimpangan, mantan penyidik KPK ini belum menjelaskan detail.
Alasannya, karena saat ini baru tahap pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket) dari para saksi yang sedang dipanggil. “Baru tahap Pulbaket, sabar ya,” ungkap mantan Jaksa Muda Bidang Intelegen Kejaksaan Agung (Kejagung) ini.
Menanggapi respons cepat mantan Kajari Tanjung Perak ini, Unggul Nugroho, anggota DPRD Kabupaten Malang, yang mengungkap kasus rehab SDN 3 Sumberdem itu memberikan apresiasi.
Baguslah, kalau ada Pak Kajari yang pemberani seperti ini, kami angkat jempol dan berharap agar benar-benar diusut,” ujar anggota dewan tiga periode dari Partai Gerindra ini. Dijelaskan Unggul, rehab SDN 3 Sumberdem itu bisa jadi pintu masuk untuk pengusutan kasus itu karena bukan cuma dikeluhkan wali murid, namun juga sudah ada pelapornya.
Hanya saja, selama ini sepertinya didiamkan sehingga kedatangan Rahmat ini diharapkan bisa menguaknya. “SDN 3 Sumberdem itu hanya berjarak 1 km dari rumah saya sehingga kami paham bagaimana kualitas pekerjaannya.”
“Saat rehab itu sedang berlangsung (Oktober 2023 lalu) itu sudah diadukan oleh wali murid,” ungkap mantan wakil ketua dewan itu. Menurut Unggul, sedianya anggaran Rp 149 juta itu buat mengganti genting, plafon, dan kerangka atap genting dari gafalum, ternyata tak diganti semua.
Seperti kerangka kuda-kudanya juga diduga tetap menggunakan bekas kayu, dari bangunan sekolahan itu. Dari tiga ruang, hanya 416 buah genting yang diganti baru dan lainnya tetap genting lama yang habis dibersihkan.
Memang, saat itu gentingnya diturunkan semua oleh rekanan. Itu dikira, akan diganti namun cuma dicuci karena setelah itu genting yang habis dicuci itu dinaikkan lagi.Bahkan, yang nggak habis pikir, papar dia, saat mencuci genting itu, wali murid yang dikerahkan. Termasuk, pihak sekolah juga mengeluarkan biaya sendiri untuk mengecat tembok ruangan yang habis direhab itu. (W2)

