PRN Ngawi | Pemerintah Kabupaten Ngawi menggelar rapat koordinasi untuk mempercepat penurunan angka stunting di gedung Commad Centre Pemkab Ngawi. Undangan yang hadir, Ony Anwar Harsono Bupati Ngawi dan Ketua TIM Penggerak PKK Kabupaten, Wakil Bupati Dwi Rianto Jatmiko, Sekda Ngawi Moch Shodiq Triwidiyanto, Forkopimda, OPD terkait, serta luring di Semua Kantor Kecamatan juga Puskesmas se-Kabupaten Ngawi. 14 Mei 2024.
Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, dalam sambutannya menekankan pentingnya kerjasama lintas sektor, untuk mengatasi masalah stunting yang masih menjadi tantangan besar di wilayah Ngawi. “Stunting bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga berdampak pada masa depan anak-anak kita. Oleh karena itu, semua pihak harus bersinergi untuk menemukan solusi yang efektif.”
“Kepala Puskesmas harus turun ke lapangan setiap bulan dengan Camat, Koramil dan Polsek agar tau keadaan sebenarnya. Puskesmas fokus pada pelayanan pada masyarakat, baik kalangan atas, tengah apalagi masyarakat bawah. Remaja putri dipastikan minum TTD setiap minggu agar terpenuhi gizinya. Kalau siap menikah, anak yang dikandungnya tidak lahir stunting. Bayi harus diberi ASI Ekslusif selama 6 bulan. Penting Nya air, PDAM harus bisa menghasilkan air yang layak untuk di minum, bukan layak untuk mandi. Segera dibenahi bila ada kekurangan cepat diatasi, bagaimana bisa menghasilkan air yang layak di Konsumsi. pentingnya gotong – royong kerjabakti demi menjaga Kesehatan lingkungan,” imbuh Ony Anwar Harsono.
Dr. Nugraha Ningrum Kepala DP3AKB juga menambahkan “Ujung tombak dari penurunan stunting ada di Posyandu. Seleksi Ibu hamil KEK, Catin dan bayi Stunting sudah dilaksanakan. Antropometri sudah dibagikan ke 1225 posyandu dan kader posyandu sudah diberi pelatihan. Timbangan dacin sudah tidak dipakai lagi. Orang tua asuh 1278.”
PKK RT, Dasa Wisma tetap dilibatkan. Kolam ikan yang ada di lokus stunting perlu ditinjau dan laporannya. Duta Genre punya aksi turun ke bawah. Dapat arahan dari PKK Pusat setiap kecamatan harus ada satu Desa yang menjadi Pilot Project Pelaksanaan Tangguh Bencana Stunting.” (Jatmiko)


