PRN Malang l Malang, 20 Agustus 2024 Sampah plastik membawa dampak negatif yang luar biasa bagi kehidupan manusia dan lingkungan. Dampak atau bahaya dari sampah jenis plastik ini antara lain; pencemaran air laut yang dapat mengganggu rantai makanan dan membunuh hewan laut, pencemaran air tanah karena sampah plastik tidak mudah terurai, penyebab polusi udara yang dapat menimbulkan masalah bagi kesehatan manusia, menimbulkan racun karena memproduksi plastik menggunakan bahan kimia beracun.
Inovasi yang telah dilakukan oleh mahasiswa UMM ini patut mendapat apresiasi serta perhatian yang mana telah mampu mengubah sampah plastik menjadi paving block.
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan komitmen mereka dalam pengabdian kepada masyarakat dengan melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Dusun Ngebrong, Desa Tawangsari, Kecamatan Pujon. Melalui kerja sama dengan Karang Taruna setempat, mahasiswa UMM melaksanakan berbagai program yang bertujuan untuk memberikan manfaat langsung kepada warga dusun.
Salah satu program kerja yang menarik perhatian adalah sosialisasi dan pembuatan paving block dari limbah plastik. Program ini dilatarbelakangi oleh kebiasaan warga Dusun Ngebrong yang umumnya membakar limbah plastik, yang dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. Dalam rangka mengurangi dampak buruk dari pembakaran sampah plastik, mahasiswa UMM bersama Karang Taruna berinisiatif untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai alternatif pengelolaan limbah plastik yang lebih ramah lingkungan.
Sosialisasi: Mengubah Paradigma Pengelolaan Limbah Plastik
Sosialisasi mengenai pengelolaan limbah plastik diadakan pada 15 Agustus 2024 di Rumah Bapak Karim. Dalam acara tersebut, mahasiswa UMM menjelaskan tentang bahaya pembakaran plastik terhadap kesehatan dan lingkungan. Pembakaran plastik dapat melepaskan zat-zat beracun seperti dioksin dan furan yang berbahaya bagi kesehatan manusia dan dapat menyebabkan pencemaran udara.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, mahasiswa UMM memperkenalkan teknologi sederhana yang dapat digunakan untuk mendaur ulang limbah plastik menjadi paving block. Proses ini melibatkan pencairan plastik yang kemudian dicampur dengan bahan lain seperti pasir dan semen untuk membentuk paving block yang kuat dan tahan lama.
Pembuatan Paving Block: Implementasi Solusi Ramah Lingkungan
Setelah sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan dan pembuatan paving block dari limbah plastik yang diikuti oleh anggota Karang Taruna dan warga setempat. Pelatihan ini dipandu oleh mahasiswa dari jurusan Teknik Sipil dan Teknik Lingkungan UMM yang memiliki keahlian dalam bidang tersebut.
Proses pembuatan paving block dimulai dengan pengumpulan sampah plastik dari rumah-rumah warga. Limbah plastik yang terkumpul kemudian dicacah menjadi potongan-potongan kecil sebelum dilelehkan dalam tungku sederhana. Setelah leleh, plastik cair dicampur dengan pasir dan semen, lalu dicetak menjadi paving block. Hasil akhirnya adalah paving block yang tidak hanya kuat dan tahan lama, tetapi juga memberikan solusi terhadap masalah limbah plastik di Dusun Ngebrong.
Dampak Positif dan Harapan Ke Depan
Program ini mendapatkan sambutan positif dari warga Dusun Ngebrong. Warga merasa terbantu dengan adanya solusi praktis untuk pengelolaan limbah plastik yang selama ini menjadi masalah. Selain itu, paving block yang dihasilkan juga dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki infrastruktur jalan di dusun, yang sebelumnya sering mengalami kerusakan akibat hujan.
Ketua Karang Taruna Dusun Ngebrong, Mas Aris, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada mahasiswa UMM atas inisiatif dan ilmu yang telah diberikan. “Kami sangat terbantu dengan adanya program ini. Selain mendapatkan ilmu baru, kami juga dapat menghasilkan produk yang berguna bagi desa kami,” ujarnya.
Mahasiswa UMM berharap, program ini tidak hanya berhenti pada tahap pelatihan, tetapi juga dapat berkelanjutan dan diadopsi oleh warga setempat sebagai bagian dari upaya pengelolaan lingkungan yang lebih baik.
Mereka juga berharap, kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk mengelola limbah plastik secara lebih bijak. Dengan berakhirnya program pengabdian masyarakat ini, mahasiswa UMM berharap kontribusi mereka dapat memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat Dusun Ngebrong, khususnya dalam hal pengelolaan limbah plastik dan peningkatan kualitas lingkungan hidup.

