PRN Sidoarjo | Sidoarjo – Sosialisasi Pendidikan Politik Bagi Pemilih Pemula yang digelar oleh Aliansi Jurnalis Sidoarjo (AJS),bersama siswa siswi SMKN 1 Buduran bertempat di Gedung Auditorium , Rabu (28/8/2024).
Kegiatan sosialisasi yang dihadiri oleh siswa siswi pelajar tingkat SMKN ini dilaksanakan guna memberikan bekal kepada calon pemilih pemula yang akan berpartisipasi dalam pemilu 2024 mendatang.
Dalam Sambutannya Kepala Sekolah SMKN 1 Buduran menyampaikan syukur dan terimakasi terhadap ajs dan nrsmbur M iskak. Agustina menjelaskan, karena siswa siswi snkn merupakan pemilih pemula, perlu pengetahuan betapa pentingnya hak suara kalian untuk menentukan pemimpin-pemimpin bangsa kita.
“Jangan sampai kalian Golput, apalagi iming-iming akan mendapatkan uang (money politik) jangan sampai begitu juga, karena itu nanti menjadikan hal negatif dan menjadikan negara hancur. Para pemimpin seperti itu pati kedepannya akan mencari pengembalian modal, sehingga terjadi Korupsi” ucap Agustina dalam sambutan singkatnya.
Sementara itu, Ketua AJS Nur yahya, saat sambutan memberi pesan terhadap adik-adik pemilih baru, untuk cerdas dan bijaksana dalam menggunakan Ponselnya. Mengingat, perkembangan medsos yang semakin maju dan mudah di akses.
Nur Yahya menjelaskan, betapa berbahayanya medsos bagi siswa-siswi menjelang pemilu pilkada serentak mendatang. Karena bisa digugat secara hukum apabila menyampaikan komen di kolom-kolom medsos yang bisa jadi menimbulkan isu tidak benar terhadap salah satu calon.
Berbeda dengan seorang jurnalis, karena mereka ada hak jawab apabila ada keberatan. “kalau di kolom sosmed bisa digugat langsung atas UU ITE dan Pencemaran Nama Baik” ucap Nur Yahya.
Lanjut M.Iskak ketua periode sebelumnya”Kegiatan sosialisasi ini penting sebab selain untuk mengedukasi tentang penyelenggaraan pesta demokrasi 2024 mendatang, hal ini juga dapat mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan generasi muda sehingga nantinya peserta dapat memiliki pemahaman yang mendalam terkait pemilihan suara tanpa ada kepentingan perorangan atau kelompok.
Ia juga menjelaskan bahwa pendidikan politik merupakan suatu upaya edukatif yang intensional dan tersistematis untuk membentuk insan yang sadar politik dan mampu menjadi pelaku politik yang bertanggung jawab secara etis atau moril yang dalam prosesnya melibatkan semua golongan.
”Pendidikan politik kepada pemilih pemula dimaksudkan agar pemilih pemula memahami dan mengetahui hak dan kewajiban dalam berpolitik, terutama adalah hak pilih bagi warga masyarakat yang telah memenuhi ketentuan yang berlaku,” imbuhnya.
Sebelum berakhirnya Acara Siska dari AJS menambahkan tentang tahapan tahapan pemilu, dimana ada 37 Propinsi, 415 Kabupaten serta 93 Kota di Indonesia yang melaksanakan Pilkada pada 27 Nopember 2024, pendaftaran calon mulai tanggal 27 sampai 29 Agustus 2024. Perlu diketahui, sosialisasi semacam ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo, jangan sampai golput. (mit)


