PRN Sidoarjo l Sidoarjo – Budaya tradisi ruwah desa masih terjaga hingga kini dan terus dilestarikan oleh sejumlah masyarakat di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Tetap menjaga dan melestarikan tradisi ruwah desa, Pemerintah desa Randegan pertahankan nilai-nilai baik dari tradisi yang sudah dilakukan sejak puluhan atau bahkan ratusan tahun lalu ini. Ruwah desa merupakan ungkapan rasa syukur kepada Allah swt yang telah memberikan Rahmat bagi umat, yang bisa diartikan bersih desa, khususnya masyarakat desa Randegan. Hal itu disampaikannya kades Mochammad Samsoel Halim saat prosesi acara ruwah Desa Randegan, Kecamatan Tanggulangin.
“Tentunya tiap desa memiliki cara berbeda dan ciri khas tersendiri dalam melakukan tradisi ini. Desa Randegan merupakan salah satu desa yang rutin setiap setahun sekali menggelar tradisi ruwat desa. Agenda tahunan Desa Randegan ini rutin diselenggarakan dibulan Ruwah. Ratusan warga desa sangat antusias dan mendukung program tersebut karena kegiatan acara ruwat desa merupakan salah satu kegiatan adat yang mencerminkan kebersamaan dan syukur atas Rahmat yang telah diberikan Allah swt,” Papar Kades.
Adapun susunan acara yang telah disiapkan oleh panitia Ruwat desa, Diawali dengan Istighosah, kirim doa untuk sesepuh desa kemudian dilanjutkan dengan Santunan Anak Yatim pada hari Selasa (25/02/2025), dilanjutkan Keleman Kenduri dan wayangan di punden Mbah Kepuh pada Rabu (26/02/2025).
“Berharap tradisi Ruwah Desa tidak hanya menjadi momen spiritual, tetapi juga sebagai salah satu identitas bangsa yang kaya akan nilai-nilai budaya dan menjadi simbol persatuan dan kemajuan masyarakat kita, ‘Gemah ripah loh jinawi desa Randegan’ dalam semboyan bahasa Jawa yang berarti kondisi masyarakat yang guyup rukun dan wilayah yang subur makmur ” imbuhnya. (Mid)



