Tim Hibah PMP Bersama Mitra serah terima bahan rias guna pelaksanaan pelatihan rias cantik (Foto. Reno. 3 Agustus 2025)
PRN Surabaya | Surabaya – Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatiktan Surabaya (STKW Surabaya) tahun 2025 mendapatkan hibah Pengabdian Masyarakat Pemula (PMP) dari Direktorat Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Riset Dan Pengembangan, Kementrian Pendidikan Tinggi, Sains, Dan Tehnologi Republik Indonesia. Program Hibah PMP STKW Surabaya diketuai oleh Trinil Windrowati seorang dosen Program Studi Seni Tari dibantu dua (2) rekan dosen yakni Lilis Lestari (dosen Prodi Seni Tari) dan Yekti Herlina (dosen Prodi Seni Rupa Murni) bersama dua (2) mahasiswa yakni Dwi Wahyu Bagas Saputra (Prodi Seni Tari) dan Ismi Wijayanti (Prodi Seni Rupa Murni).
Tim Hibah PMP memberikan Pelatihan Rias Cantik (Foto. Reno. 3 Agustus 2025)
Hibah Pengabdian Masyarakat Pemula bekerjasama dengan Mitra kelompok Dasawisma RT 18, RW 03 Dusun Kalibader, Kelurahan Kalijaten, Sidoarjo. Jumlah anggota Mitra sebanyak 12 orang. Wujud kegiatannya berupa Pelatihan Tehnik Batik dan Tehnik Rias Cantik.. Program ini bertujuan meningkatkan ketrampilan dalam proses pembuatan batik (taplak meja batik) dan tehnik rias cantik pada anggota Dasawisma RT 18, RW 03 Dusun Kalibader, Kelurahan Kalijaten, Sidoarjo.
Menurut Trinil Program Hibah Pengabdian Masyarakat Pemula ini, dilaksanakan sejak bulan Juni hingga direncanakan berakhir pada awal bulan Nopember 2025. Fokus materi kegiatan yang diberikan kepada Mitra dapat dirinci sebagai berikut:
- Pelatihan Tehnik Batik (membuat taplak meja batik), meliputi: mendesain pola pada kain, mencanting malam/lilin pada kain, mewarna pada kain, plorot malam/lilin pada kain.
- Pelatihan Teknik Rias Cantik (rias sehari-hari dan rias panggung).
Peserta pelatihan sedang melakukan pewarnaan pada kain yang sudah diberi malam/lilin (Foto. Reno. 27 Juli 2025)
Latar belakang kegiatan hibah Pengabdian Masyarakat Pemula dilaksanakan di RT 18/RW 03 Kelurahan Kalijaten, Sidoarjo karena dari hasil observasi terdapat para ibu-ibu yang menghabiskan waktunya dengan ngobrol/berkumpul di warung saat menunggu anaknya pulang sekolah dan atau suami pulang kerja. Juga saat pentas atau karnaval peringatan 17 Agustus atau hari kemerdekaan Republik Indonesia mereka harus ke salon untuk merias diri yang membutuhkan biaya yang tidak murah. Oleh karena itu para ibu-ibu Dasawisma RT 18/ RW 3 Kelurahan Kalijaten diberikan bekal pelatihan tehnik rias dan pelatihan batik.
Salah satu peserta pelatihan memperagakan taplak meja batik hasi karyanya. (Foto. Reno. 27 Juli 2025)
Hasil yang diharapkan terdapat peningkatan ketrampilan anggota Mitra dalam pengetahuan membatik dan harapan ke depannya bisa terbentuk UMKM Batik yang bisa berdampak pada nilai ekonomi guna membantu kebutuhan keluarga. Sedangkan kemampuan rias menjadikan para ibu-ibu Dasawisma RT 18/RW 03 Kelurahan Kalijaten, Sidoarjo tidak harus pergi ke salon untuk merias diri yang tentunya membutuhkan biaya yang tidak murah, karena telah mendapatkan pengetahuan akan tehnik rias pungkasnya.(sae)




