PRN Ngawi | Penjaringan Pengisian Jabatan Kaur Perencanaan telah dilaksanakan dengan lancar dan tertib. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses pengisian perangkat desa guna mendukung penyelenggaraan pemerintahan desa yang profesional dan transparan.
Penjaringan calon Kaur Perencanaan Desa Jenggrik tersebut bertempat di ruang SMA Negeri 2 Ngawi. Pelaksanaan ujian dilakukan dengan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) serta ujian berbasis komputer untuk menjamin objektivitas dan akuntabilitas hasil seleksi.
Dari hasil ujian penjaringan yang dilaksanakan hari ini, peserta dengan nilai tertinggi diraih oleh saudari Arnida Kusumanigtyas dengan nilai 78,50. Hasil tersebut menempatkan yang bersangkutan sebagai peraih nilai tertinggi dalam proses seleksi calon Kaur Perencanaan Desa Jenggrik.
Tim Penguji yang diwakili oleh Atok Sunu P. menyampaikan bahwa materi ujian yang diberikan meliputi pengetahuan umum, Bahasa Indonesia, serta pemahaman terhadap Undang-Undang Dasar 1945. Materi tersebut bertujuan untuk mengukur kemampuan dasar dan wawasan peserta dalam mendukung tugas sebagai perangkat desa.
Jumlah peserta yang terdaftar dalam penjaringan ini sebanyak 25 peserta, namun yang hadir mengikuti ujian sebanyak 23 peserta. Dua peserta tidak mengikuti ujian dengan alasan satu peserta telah mendapatkan pekerjaan dan satu peserta lainnya berhalangan hadir karena baru melahirkan.
Ketua Penjaringan Pengisian Jabatan Kaur Perencanaan Desa Jenggrik, Ayib Rosidi, menyampaikan terima kasih kepada Tim Penguji serta seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian ujian. Ia menegaskan bahwa hasil ujian bersifat final, dan peserta dengan nilai tertinggi, yaitu 78,50, berhak menduduki jabatan Kaur Perencanaan.
Sementara itu, Kepala Desa Jenggrik H. Suparni juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta, Tim Penguji, serta Panitia Penjaringan. Dengan hasil tersebut, saudari Arnida Kusumanigtyas resmi terpilih sebagai Kaur Perencanaan Desa Jenggrik, diharapkan mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi demi kemajuan desa. (Jatmiko)


