PRN MADIUN – Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Madiun menyelenggarakan forum koordinasi kehumasan dan jumpa pers, dalam kesempatan itu pemkot Madiun membahas penyelenggarakan pendidikan menengah di Kota Madiun juga memaparkan peluang pendidikan tinggi di Kota Madiun.
Untuk itu kami mengundang narasumber dari cabdindik jatim di Madiun perwakilan PNM dan perwakilan API untuk menjelaskan tutur Subakri dalam laporanya Senin 30/4/2018 di Gedung Diklat Kota Madiun.
Ujian kelulusan bagi siswa SMA sedrajat telah usai,saatnya menentukan pendidikan ke perguruan tinggi, acara tersebut mengundang berbagai pihak terkait antara lain yaitu kepala organisasi perangkat daerah atau OPD, direktur BUMD, camat, lurah, kepala sekolah, pengawas komite dan wartawan.
Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto melalui Sekda Madiun Rusdiyanto menuturkan pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan baik dari pemerintah pemda maupun masyarakat harus berlangsung secara sinergis, sistim pendidikan nasional dimaksudkan untuk memperdayakan semua warga negara Indonesia agar berkembang menjadi manusia yang berkualitas mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah, jelasnya.
Rusdiyanto mengatakan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama baik pemerintah masyarakat dan orang tua. Karenanya pendidikan harus terus ditingkatkan kualitasnya melalui pembaharuan, tentu saja yang dapat dipertanggung jawabkan kepada pemangku kepentingan atau stakholder, agar mampu mempersiapkan generasi penerus bangsa sejak dini hingga membentuk manusia yang unggulan dan kompetitif.
Rusdiyanto berharap mutu pendidikan di Kota Madiun semakin baik apalagi dengan adanya lembaga pendidikan tinggi yang diinisiasi oleh pemkot Madiun yakni, Politeknik Negeri Madiun, Akademi Perkeretaapian Indonesia, harapanya bisa meningkatkan kesejahtraan masyarakat dan pendidikan di Kota Madiun, imbuhnya. (ADV/TONI)

