PRN Nganjuk – Aksi penipuan dengan modus mengganjal mesin anjungan tunai mandiri (ATM) dan memasang stiker vallen center Bank palsu berhasil diringkus polisi. Pelaku yang berjumlah 4 orang ini, ditangkap lantaran diduga telah mengakibatkan sejumlah nasabah bank pemerintah tersbeut mengalami kerugian.
Pelaku bernama Ari Candra (38) warga Desa Caringin, Kecamatan Luwi Panjang, Kota Bandung, Deri Iskandar (31) alamat Desa Batangkarim, Kecamatan Kiambang, Kabupaten Sijunjung, Fauzan Azim (38) warga Desa Campago, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Kabupaten Padang Pariaman, Miranti Sabaniah (26) warga Desa Ciranggang Barat, Kecamatan Babakan Ciparai, Kota Bandung.
Saat beraksi, polisi kemudian menangkap pelaku beserta barang bukti hasil kejahatannya antara lain berbagai jenis kartu ATM Bank yang diduga milik para korban, 4 kotak Korek Api, 3 unit Handphone, dan sejumlah barang bukti lainnya.
“Dia beraksi berkelompok. Memasang stiker call center dan mengganjal mesin ATM,” ujar Kapolres Nganjuk.
Menurut Dewa, dalam setiap aksinya pelaku terrlebih dulu memasang stiker call center di palsu dengan menggunakan nomor HP-nya. Setelah itu pelaku mengganjal lubang masuk kartu ATM dengan batang korek api.
Usai korban terperangkap, pelaku berpura-pura memberikan bantuan untuk mengeluarkan jartu yang tertelan dengan meminta nomor PIN kepada sang korban. Setelah korban pergi untuk mengurus kartu yang tertelan, pelakupun beraksi dengan mengeluarkan kartu tersebut di mesin ATM.
“Dengan ATM orang lain dia leluasa mengambil uang dan melakukan transaksi pembelian sejumlah barang,” kata Dewa
Kapol Nganjuk, mengimbau kepada masyarakat yang menggunakan mesin ATM untuk lebih berhati-hati. Jika terrjadi gangguan hubungi call center resmi atau tanya kepada petugas keamanan bank setempat dan tidak memberikan nomor PIN ATM kepada siapapun saat terjadi gangguan. (tobing)

