close
HUKUM

Mengaku Bagian Hukum RSI Kalianget ‘Usir’ 2 Wartawan Sedang Liputan

PRN SUMENEP – Atas kasus kekerasan yang terjadi pada Devi Dwitasari (32 th) warga Lisun kec. Kalianget yang sedang hamil 8 bln, menurut keterangan dari Devi mengalami luka dibibir karena pukulan dan kram di bagian kandungannya akibat benturan yang di sengaja oleh dua orang tetangganya.

Masih dalam keterangan devi, Atas kejadian tersebut Devi melaporkan kepada Polsek Kalianget dan dilakukanlah Visum di Rumah Sakit Islam (RSI) Kalianget oleh Polsek Kalianget dan Devi telah membayar pelaksanaan Visum tersebut kepada RSI sebesar Rp.85.000, pada tanggal 16/07/2019.

Sampai pertanggal 25/07/2019, Karena laporan Devi tidak ditindaklanjuti oleh Polsek Kalianget dengan alasan Kapolsek bahwa hasil Visum Devi tidak ada luka, sedangkan Devi mengaku kepada beberapa wartawan terjadi luka dibagian bibir dan kram di bagian kandungannya.

Dari persoalan tersebut untuk menegakkan keadilan dua wartawan Kabiro PRN Sumenep dan Kabiro Trans Indonesia melakukan investigasi ke RSI Kalianget untuk mengetahui hasil Visum Devi, setelah dua wartawan mengisi buku tamu di meja scurity RSI sekitar kurang lebih pukul 11.00 wib, di kasih tanda pengenal dari RSI dan di suruh duduk di kursi antrian pendaftaran, karena menurut Scurity Humas RSI masih ada pertemuan. Sabtu 27/07/2019.

Setelah beberapa menit menunggu disaat scurity ditanya tentang Humas, ” Tunggu Humas masih sholat dhuhur berjamaah”, ucap scurity.

Dan setelah jam menunjukkan kurang lebih pukul 12.00, bertanya lagi ke scurity “gimana humas RSI bersedia menemui kami atau tidak..??, Soalnya udah 1 jam menunggu”, tanya wartawan.

Tidak lama kemudian datang Heru bagian Seketaris direktur RSI mengatakan, ” kalau Bu Yanti (Humas RSI) dari pagi saya tidak melihat, dan hari ini kurang efektif harinya karena hari Sabtu”, Ucapnya kepada dua wartawan.

Karena awal Scurity bila Humas RSI bersedia menemui wartawan Dan dengan spontan Rudi Kabiro Trans Indonesia melakukan pengambilan foto terhadap Heru di ruang tunggu tersebut yang dihalangi oleh salah satu petugas, karena ada aturan larangan mengambil foto di area RS dan terjadi cekcok mulut sampai dua wartawan di suruh keluar oleh Heru yang juga mengaku orang Hukum kepada dua wartawan.

Perbuatan Heru dan Petugas RSI sangat di sayangkan, karena dua wartawan itu yang salah satunya adalah anggota dari PJI yang sedang melakukan tugasnya sebagai wartawan yang di lindungi oleh UU No.40 tahun 1999, Pasal 4, Pasal 18, tentang pers. (erfandi).

Tags : Petugas AroganSumenep

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: