23.8 C
Mojokerto
BerandaKABAR JATIMLapas Klas IIB Mojokerto Dukung Perangi Pungli

Lapas Klas IIB Mojokerto Dukung Perangi Pungli

Mojokerto, PRN.id –

Terlihat jelas semangat dan kekompakan Pimpinan beserta anggota Polisi  Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Mojokerto dalam melaksanakan penanda tanganan iklar deklarasi melawan pungli, beberapa waktu lalu.

Bagi Bambang Haryanto selaku Ka Lapas Klas IIB Mojokerto saat menjabat dari awal tahun 2016 sampai dengan akhir 2016, Bambang Haryanto sudah bertekat untuk memerangi segala bentuk pelanggaran yang terdapat di dalam Lapas atau lebih tepatnya memerangi HALINARDI (Hanpone, Pungli, Narkoba dan Perjudian), sedangkan untuk menanggapi seruan pemerintah untuk melakukan Deklarasi melawan Pungli bagi Bambang Haryanto sangat tidak asing lagi karena hal itu sudah dilakukan selama menjabat sebagai Ka Lapas Klas IIB Mojokerto.

“Dalam melakukan perang melawan pungli dan penerapan peraturan di dalam Lapas ini memang banyak mendapat pro dan kontra dan sangat begitu berat mas, akan tetapi hal itu harus saya lakukan karena saya menginginkan situasi Lapas Klas IIB Mojokerto ini selalu kondusif, aman dan terkendali”  ulas Bambang kepada Pimpret PRN.id

Sementara itu dukungan juga bermunculan dari Ka KPLP Priyo Tri Laksono (yang saat ini menjabat sebagai Ka Lapas di daerah Aceh, red) dan Kasi Binadik & Giatja Wahyu Budi Heriyanto, Lapas Klas IIB Mojokerto semakin memiliki wibawa setelah ditempatkannya pejabat muda yang energi seperti halnya Wahyu Budi Heriyanto, dikarenakan segala aspek kegiatan yang ada di Lapas semakin hidup seperti halnya aktifitas Binker yang membuat kerajinan Sepatu, sandal, tas dan berbagai macam sovenir dan yang tidak kalah bermanfaatnya Wahyu Budi Hariyanto beserta Ka KPLP dan Ka Lapas saat itu merhasil mendirikan Pondok Pesantren di dalam Lapas Klas IIB Mojokerto sebagai sarana pembinaan mental spiritual warga binaan.

“Semua kegiatan yang di dalam lapas ini seperti halnya menjadi santri di pondok pesantren Lapas, mengurus CB, CMB, PB serta perpindahan kamar hunian dan lain-lain tidak dipungut biaya apapun, bahkan apabila ada yang memungut biaya baik dari petugas atau Tamping diwajibkan untuk melapor kepada Ka Lapas” kilas Yohanes salah satu Napi yang menjadi tamping Wartel.

Yang paling terkesan dalam akhir pembicaraan dengan Petugas yang berdinas di Lapas klas IIB Mojokerto,  tahanan/napi yang jumlahnya kurang lebih 640 orang adalah warga binaan yang tetap memiliki hak sebagai warga negara yang harus dilindungi karena pada hakekatnya warga binaan yang sebelum masuk ke Lapas Klas IIB Mojokerto memiliki talenta dan keahlian yang bermacam-macam, dan seluruh jajaran Petugas Lapas mengharapkan setelah warga binaan ini bebas di kemudian hari, tali persaudaraan dan persahabatan tetap terjalin. (sh07)

- Advertisement -
“fashion”

Sedang Hangat

Berita Menarik Lainnya