Mojokerto, PRN.id –
Setelah beberapa waktu terjadi kevakuman, kini Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dinas Pendidikan kembali melakukan gerakan untuk membangkitan kembali program kampung bahasa yang sekian waktu terakhir hanya tampak sebutannya saja. Langkah-langkah inovatif telah diambil dan dilaksanakan, dengan membuat program kerja dan pelaksanaannya dimulai dari sasaran terkecil hingga sasaran terbesar sebagai tujuan utamanya.
Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah melaksanakan pembelajaran bahasa Inggris di lingkungan sekolah. Rabu (1/2) bertempat di SMP 6 Kelurahan Pulorejo Kota Mojokerto, dilansungkan launching kelas bahasa inggris yang mana waktunya diluar jam pelajaran regular. Kurang lebih sekitar 256 siswa yang terbagi menjadi 7 kelompok mengikuti program kelas bahasa inggris sebagai salah satu program unggulan dibidang pendidikan.
Menurut Guntur, pelaksana dari Dinas Pendidikan Kota mojokerto, kegiatan ini adalah langkah awal untuk menindaklanjuti program yang telah diamanahkan oleh kepala daerah bahwa wilayah Pulorejo dijadikan pusat pembelajaran bahasa inggris dan mewujudkan kampung bahasa.
Untuk mewujudkan kampung bahasa di wilayah Pulorejo, langkah pertama kami mengolah siswa terlebih dahulu baik siswa SD,MI,dan SMP. Target berikutnya adalah bapak dan ibu guru yang berminat untuk belajar bahasa inggris. Kemudian perangkat kelurahan dan kader atau pokja yang ada di wilayah pulorejo. Selanjutnya barulah masyarakat luas seperti pedagang, pelaku UMKM kelompok-kelompok kecil di tingkat RT dan RW,kata Guntur
Guntur menambahkan, bahwa strategi ini sengaja kita terapkan dengan tujuan untuk mengenalkan bahasa inggris lebih jauh dan dengan cara yang menyenangkan serta jauh dari apa yang disebut sebagai kurikulum. Lebih memasyarakatkan bahasa inggris dengan sistem yang unik agar masyarakat menyukai. Dan jika masyarakat suka menyukai maka tidak sulit lagi untuk mewujudkan kampung bahasa seperti apa yang dicita-citakan oleh Pemerintah Kota.
Seperti diketahui, bahwa program kampung bahasa yang dideklarasikan dua tahun lalu gaungnya sempat menghilang karena beberapa faktor. Menyikapi hal tersebut, Guntur membantah bahwa program yang dilaksanakan saat ini merupakan bentuk potong kompas dari program yang sebelumnya.
Dengan program yang saat ini berlangsung, Kita tidak bermaksud menghilangkan program yang sudah dilaksanakan tahun-tahun kemarin. Namun lebih pada percepatan kegiatan dengan metode-metode yang bisa lebih tepat sasaran. Sementara itu, program yang sudah berjalan sebelumnya ya tetap berjalan seperti biasanya,ungkapnya
Sementara itu, Mahmudah, Kepala Sekolah SMP 6 menyatakan dukungan penuh dengan adanya program kelas bahasa inggris yang dipusatkan di sekolah yang dipimpinnya. Bentuk dari dukungan yang diberikan berupa penyediaan fasilitas ruang kelas, sarana dan prasarana serta mengkoordinir seluruh siswa.
Kami sangat bangga karena sekolahan kami diberi kepercayaan menjadi pusat pembelajaran bahasa inggris. Oleh sebab itu dalam waktu yang dibilang sangat singkat kami berusaha semaksimal mungkin untuk menyiapkan segala sesuatunya guna mendukung proses belajar mengajar diluar jam regular,kata mahmudah saat ditemui di ruang kerjanya.
Harapan kami, lanjutnya, nantinya tidak hanya siswa-siswi SMP 6 saja yang mengikuti program ini, tapi bagi siapa saja warga kota baik pelajar maupun masyarakat umum bisa ikut bersama-sama belajar bahasa inggris disini. Untuk saat ini sebenarnya sudah banyak siswa dari sekolah lain yang ingin bergabung, namun kita masih menyusun jadwal yang tepat agar program ini berjalan dengan lancar dan sukses. (Ron)


Kawal terus. Demi mojokerto lebih melesat maju