By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
Notification Show More
Font ResizerAa
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Reading: JELAJAH MEDIA, APEKSI 2017 DI NUSA TENGGARA BARAT
Share
Font ResizerAa
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
Search
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Follow US
Beranda » Blog » JELAJAH MEDIA, APEKSI 2017 DI NUSA TENGGARA BARAT
NUSANTARA

JELAJAH MEDIA, APEKSI 2017 DI NUSA TENGGARA BARAT

putri pena
Last updated: 30 Mei 2017 10:45 pm
putri pena
Published: 16 Mei 2017
Share
SHARE

MATARAM, PRN.id – Mulai tanggal 16-18 Mei 2107, Pemerintah Kota Mojokerto mengikuti kegiatan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang pada tahun ini digelar di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dalam kesempatan ini Walikota Mojokerto Mas’ud Yunus didampingi beberapa kepala OPD menghadiri langsung. Selain itu, Pemkot Mojokerto juga mengikutsertakan kelompok sendratasik yang dinaungi oleh Dinas Pemuda, Olah raga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) yang akan mengisi acara pawai pada puncak acara

Dihari pertama, awak media turut serta dalam rombongan mengikuti perjalanan yang menyempatkan berkunjung di Desa Sukarara Lombok Tengah. Desa Sukarara adalah salah satu desa penghasil songket tenun yang sudah banyak dikenal. Dalam lawatan ke Sukarara, awak media mendapatkan banyak informasi dari salah satu tokoh masyarakat setempat.

Nande, tokoh masyarakat yang ditemui menceritakan sekelumit tentang songket tenun dan adat yang berlaku di desa tersebut. “Desa Sukarara adalah desa yang paling awal dan pusat pembuatan songket tenun. Kalau di daerah lain, itu adalah pengembangan yang dilakukan oleh masyarakat karena melihat songket bisa menjadi peluang usaha yang menguntungkan,” kata Nande

Lanjutnya, menenun songket di Sukarara ini sudah menjadi adat turun temurun. Bahkan gadis di desa ini tidak boleh menikah kalau belum bisa menenun. Adat ini yang tidak dimiliki oleh daerah lain di NTB ini. Maka dari itu, songket produksi Desa Sukarara sangat dikenal. Selain hasil garapan yang bagus dan halus, motivnya juga variatif serta imajinatif.

Menurut Nande, motiv yang asli dan paling awal adalah rumah sasak. Lalu dengan mengikuti perkembangan motiv songket pun berkembang dan beraneka ragam. Harga jual songket pun sangat beragam. Mulai Rp. 50.000,- hingga Rp. 5.000.000,- tersedia. Semua tergantung dari tingkat kesulitan dan lama pengerjaannya.

Untuk pemasaran produk itu sendiri, Nande menuturkan bahwa tidak mengalami kendala yang berarti. Hal itu dikarenakan NTB mempunyai kekayaan alam yang mampu menarik ribuan wisatan baik domestik maupun mancanegara. Sebagai kawasan pariwisata, menjadi keuntungan tersendiri bagi para pengrajin songket khususnya untuk bisa menjual produk sebanyak mungkin.

Saat ditanya omset penjualan pada galeri miliknya, Nande menjawab untuk hari-hari biasa bisa laku terjual 30-40 dalam sebulan,, itu pun dengan harga yang variatif. Tapi jika pada moment liburan bisa lebih. (Bersambung) (ron)

You Might Also Like

Bupati Bantaeng Segera Lantik 12 Kades Terpilih
Kemenag Sulsel Apresiasi Persaudaraan Warga di Bantaeng
KWRI DAN AWDI Mendukung Penuh FPII
Presiden RI Joko Widodo Pantau Langsung Musibah Sriwijaya Air Sj182
Wabup Bantaeng Buka Rakor Perencanaan Pertanian
TAGGED:MataramNTB Jelajah Media
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trend Terkini
KABAR JATIM

Sidak Sekolah Penerima Revitalisasi, Sekda Jombang Ingatkan Soal Tanggung Jawab

Redaksi
By Redaksi
2 Oktober 2026
Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul
Jatim Fest 2026 Digelar, KAI Daop 8 Surabaya Hadirkan Promo Tiket Kereta hingga 30 Persen
PT. PRADHA KARYA PERKASA Sampaikan Hak Jawab Melalui Anggota TNI Terkait Pemberitaan Dugaan Limbah di Karangdiyeng
SGN Dukung HUT ke-81 TNI, Salurkan 15 Ton Gula untuk Bakti Sosial dan 1,5 Ton untuk Pasar Murah

Kategori Berita

  • Politik
  • Lawan Korupsi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Kabar JATIM
  • Nusantara
  • Opini
Menu Cepat
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Susunan Redaksi
  • Copyright
  • Disclaimer
SGN Dukung HUT ke-81 TNI, Salurkan 15 Ton Gula untuk Bakti Sosial dan 1,5 Ton untuk Pasar Murah
6 Oktober 2026
Di Hadapan 600 Wisudawan UNWAHA, Zulhas: Berani Itu Menentukan Masa Depan
5 Oktober 2026
Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul
3 Oktober 2026
Sidak Sekolah Penerima Revitalisasi, Sekda Jombang Ingatkan Soal Tanggung Jawab
2 Oktober 2026
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
© Penarakyatnews.id 2026. All Rights Reserved. Developed by Marga
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?