BOGOR, PRN.id – Aksi tendang motor yang dilakukan oleh Walikota Bima Arya di Pasar Kebon Kembang, belum lama ini, terus menyedot perhatian publik. Bahkan, Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bogor Zentoni mengaku siap mendampingi pemilik sepeda motor yang merasa dirugikan akibat ulah sang kepala daerah.
“Kalau masyarakat merasa ada yang dirugikan kami sangat siap untuk mendampingi. Apalagi bila ada warga yang meminta bantuan hukum kepada kami,” ujar Zentoni kepada, Rabu (21/6/2017) petang.
Menurut Zentoni, pemlik kendaraan roda dua yang ditendang oleh orang nomor satu di kota hujan dapat menempih jalur hukum. Baik unsur perdata maupun pidana dimungkinkan ada pada peristiwa tersebut.
“Pemilik motor sangat mungkin untuk tempuh jalur hukum. Di dalam peristiwa itu bisa jadi terdapat dugaan unsur perdata maupun pidana,” jelas dia.
Sebelumnya, anggota DPRD Kota Bogor dari Fraksi Amanat Bintang Restorasi Bangsa, Jatirin menyayangkan aksi tendang motor tersebut lantaran dianggap kurang pantas dilakukan oleh seorang pemimpin.
“Yang namanya pemimpin harus bisa menyembunyikan kekecewaan dan kegundahan mereka dihadapan masyarakat, agar apa yang akan disampaikan olehnya mudah diterima. Kalau seperti itu (tendang motor) kurang elok, jadi contoh kurang baik,” ucapnya.
Jatirin menyatakan, setiap pemimpin memiliki pertanggungjawaban terhadap sesama manusia dan Tuhan.
“Seharusnya panggil saja kepala pasar, juru parkir, dan dinas terkait. Bilang saja, ‘saya nggak mau tahu segera pindahkan. Kalau yang punya motor nggak terima dengan sikap seperti itu bagaimana? bisa panjang urusannya,” ungkap politisi PKB itu.
Pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPC PKB Kota Bogor itu mengingatkan, sebagai seorang pemimpin harus bisa memimpin diri sendiri. “Ingat hati boleh panas, tetapi kepala harus tetap dingin,” tegasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengamuk saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Kebon Kembang, Senin (19/6). Saking kesalnya, Bima sempat menendang dua sepeda motor yang sedang diparkir di bahu jalan hingga jatuh.
Kekesalan Bima diluapkan lantaran kondisi Pasar Kebon Kembang sangat semerawut sehingga membuat kemacetan yang tak terindahkan. ( Red/nt )

