FAKFAK, PRN.id – Dalam rangka memperingati HUT Veteran Nasional, yang mana untuk mengenang kembali sejarah perjuangan para pahlawan kita dimana pada saat itu yakni pada hari terlaksananya penghentian tembak menembak antara Kita sebagai rakyat/warga negara Republik Indonesia dengan Belanda yang terjadi pada tanggal 10 Agustus 1949.
Sehingga lahirlah nama ‘Veteran’ seperti yang telah diamanatkan oleh Presiden Soekarno. Sebagai gelar atas jasa perjuangan mereka di medan perang.
Upacara tersebut dihadiri oleh Dandim 1706 fakfak, Kapolres, Asisten I Bapak Joko, dan anggota TNI lainnya. Acara digelar di aula Kodim, Kamis (10/8) siang Pukul 10.00 WIT.
Dalam sambutan Ketua Legium Veteran Republik Indonesia Pusat LetJen.TNI (Purna) RAIS, NPV 2106.284. ” Hal itu dicantumkan dalam Undang-undang Nomor 15 Tahun 2012 tentang Veteran Republik Indonesia yang merupakan pedoman hidup Veteran Republik Indonesia. Penyelenggaraan sosialisasi jiwa semangat dan nilai juang’45 bagi generasi muda penerus Bangsa dijadwalkan secara merata ke seluruh markas daerah/cabang/ranting LVRI untuk merangsang rasa cinta Tanah Air dan rasa Nasionalisme guna pembangunan negeri serta mengisi Kemerdekaan,” jelasnya.
Semoga dengan tumbuhnya kesinambungan jiwa semangat ’45 pada generasi penerus Kita, Keutuhan NKRI tetap abadi degan meningkatkan keutuhan tekad pengabdian Legiun Veteran RI yang mengenal kata akhir, bagi NKRI adalah ‘harga mati’.
Dalam sambutan Bupati Fakfak Drs. Mohammad Uswanas M.Si yang diwakili oleh Asisten I, Joko menyampaikan bahwa “Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) adalah organisasi yang menghimpun para Veteran Republik Indonesia menurut Undang-undang Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2012, Negara perlu memberikan penghargaan kepada mereka yang telah menyumbangkan tenaganya secara aktif atas dasar sukarela dalam ikatan kesatuan bersenjata baik secara resmi maupun kelaskaran dalam memperjuangkan, membela dan mempertahankan kemerdekaan negara kesatuan republik Indonesia (NKRI) serta mereka yang bergabung aktif dalam penugasan dibawah bendera Perserikatan,” jelasnya. (Amatus Rahakbauw)

