By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
Notification Show More
Font ResizerAa
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Reading: Rencana Penggusuran SDIT Gembira Diprotes Pihak Yayasan, Wali Murid dan Warga Jati Bening Bekasi
Share
Font ResizerAa
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
Search
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Follow US
Beranda » Blog » Rencana Penggusuran SDIT Gembira Diprotes Pihak Yayasan, Wali Murid dan Warga Jati Bening Bekasi
NUSANTARA

Rencana Penggusuran SDIT Gembira Diprotes Pihak Yayasan, Wali Murid dan Warga Jati Bening Bekasi

putri pena
Last updated: 26 Agustus 2017 2:22 pm
putri pena
Published: 26 Agustus 2017
Share
SHARE

Bekasi, PRN.id – Issue pembangunan sekolah SMKN 12 diwilayah RW 08 Jatibening Baru Kecamatan Pondok Gede Kota Bekasi masih menimbulkan polemik bagi masyarakat setempat. Pasalnya dilokasi tersebut telah berdiri sekolah SDIT Gembira yang berdiri sejak 30 tahun lamanya.

Mudaa’i selaku kepala sekolah SDIT GEMBIRA saat dijumpai wartawan Kamis (24/8) mengatakan bahwa  tidak setuju atas tindakan Pemkot Bekasi yang asal gusur

SDIT Gembira yang berdiri dilahan sekitar 1000 meter di area fasos-fasum seluas 4388 meter persegi tersebut, telah mendidik siswa/i-nya menjadi dokter, polisi, tentara, pengusaha, pengacara  dll. “Sekolah ini sudah berdiri 30 tahun lamanya, ini salah satu sekolah yang berprestasi diwiilayah kota Bekasi bahkan siswanya juara 2 tingkat kota Bekasi dan sudah mendidik siswa/i-nya menjadi dokter, polisi, tentara, pengusaha, pengacara  dan lain-lain” ujar Mudaa’i.

Yayasan Miftahul Jannah ini menyewa kepada pemkot Bekasi sejak 30 tahun yang lalu tetapi pada tahun 2015 pernah mengajukan perpanjangan namun ditolak.

Sewanya diputus karena akan dibangun SMKN 12. “Ini bukan solusi, tapi main paksa, kalau memang ada solusi tolong pihak kami diajak berunding duduk bareng bersama warga, wali murid serta pihak yayasan sekolah” ujar Mudaa’i.

“Namun malahan tidak sama sekali, bahkan mengirimkan surat pengosongan lahan hanya melalui WA yang tidak ada kop resmi pemkot Bekasi serta tidak ada tanda tangan resminya” Lanjutnya kembali.

Tentang akan didirikannya SMKN 12 Bekasi, Kepala Sekolah, Guru, Wali murid dan warga sekitar tentu tidak permasalahkan bahkan siap mendukung, namun yang menjadi persoalan  apabila mendirikan SMKN 12 dilahan yang sudah ditempati bahkan akan menggusur SDIT Gembira.

Hal senada juga disampaikan oleh Arie Subari selaku ketua RW 08  didampingi oleh Addy Nugroho selaku Sekretaris RW 08 Jati Bening dua Bekasi. “Rencana pengusuran SDIT GEMBIRA sudah terdengar sejak tahun 2015,  namun Pemkot Bekasi tidak pernah mengajak kami warga RW 08 untuk berembuk atau berunding, karena hal tersebut terkait lahan Fasos Fasum kami di perumahan Jatibening Dua. Menurut Arie bahwa membeli rumah disana maka secara tidak langsung ikut membayar juga tanah fasos fasum dikarenakan fasilitas tersebut diberikan oleh pengembang di perumahan Jatibening Dua.

“Yang kami butuhkan adalah sarana pendidikan TK dan SD yang bernuansa Agama, dimana lebih dibutuhkan anak anak serta cucu-cucu kami” ujar Ketua RW tersebut.

“Dimana hati nurani bapak Walikota ? Jangan ingin membuat kemaslahatan yang baru tetapi meniadakan permasalahan yang sudah ada” lanjut Arie.

Arie mengatakan bahwa pengembang di Jatibening Dua dibangun oleh PT. Antilope Maju, namun SMKN 12 yang rencananya akan dibangun disana dibiayai oleh Pengembang Summarecon, ini tentunya menjadi pertanyaan bagi warga setempat, ada apa dengan Summarecon ? “Kalo memang akan dibangun sekolah kembali, kenapa tidak menggunakan  fasos-fasum ditempat lain? ditempat lain masih banyak kok ?” ujar Arie.

“Yang paling saya kaget sekali ada inpeksi mendadak Dari Diknas pemkot Bekasi, datang malam Minggu kira kira jam 10 malam hanya sekedar menanyakan  ijin sekolah serta mengaudit data data, surat-surat izin dan kelengkapan lainnya tentang  TK dan SD Gembira , kalau memang itu resmi kenapa datangnya tidak pada siang hari pada jam kerja ?” ujarArie mempertanyakan.

Arie menambahkan bahwa selama ini ada beberapa point yang terjadi dilingkungannya, yaitu :

  1. Fasos fasum yang akan dibuat sekertariat RW sesuai surat walikota Bekasi no. 593.3 /03/tip/1996 yang digugat oleh ahliwaris dan setelah ditanya ke walikota tidak ada hasil akhirnya terbengkalai.
  2. Fasos fasum di RT 06 blok f sudah dibangun smpn 20 bekasi,

3.fasos fasum di RT.13 Blok N sudah dibangun kantor kelurahan Jatibening Baru

4.fasos fasum di Rt.13 blok N dibangun restoran oleh oknum.

  1. Dan sekarang fasos fasum di Rt.1 Blok A dan Rt.02 blok B yg sudah ada TK dan SDIT GEMBIRA akan di gusur dan di bangun SMKN 12.

Kisruh yang terjadi tentang akan digusurnya SDIT Gembira juga terjadi catatan tersendiri bagi Anggota DPD RI. Anggota DPD RI yang diketuai Abdul Gofar Usman dengan anggota Ayi Hambali, Antung Fatmawati, Iskandar Baharuddin Lupo saat diundang ke lokasi tersebut menyempatkan diri mendengarkan keluhan dari warga serta orang tua murid yang tidak rela sekolah anaknya atau cucunya digusur lalu didirikan SMKN 12. Mereka pun membentangkan spanduk berisi penolakan penggusuran SDIT Gembira.

Dalam kesempatan tersebut Abdul Gofar Usman menegaskan bahwa yang berhak membuat SMKN atau SMA adalah tingkat Provinsi bukan tingkat wilayah (walikota), dalam hal ini walikota Bekasi itu sudah menyalahi aturan yang ada.

“Saya berharap warga 08 beserta orang tua murid Dan yayasan harus bersatu jangan mudah diadu domba bahkan dipecah belah” Tegas Abdul Gotur Usman menambahkan. (Monty/red)

You Might Also Like

Puluhan Ribu Pengunjung Antusias, Pameran Memetri Jadi Simbol Gerakan Merawat Bumi
Bupati Bantaeng Apresiasi Taman Bermain Ramah Anak di Tappanjeng
Masjid Al-Amin Gelar Rapat Koordinasi Sinergitas Masjid Dengan SD Al-Amin.
Gempa Bumi Berkekuatan 6.4 SR Menimpa wilayah yang ada di Kabupaten Sumenep
Mahdiar. S.Stp Kembali ke Pemerintahan Kecamatan Cibidas
TAGGED:BekasiRencana Penggusuran
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trend Terkini
METRO JABODETABEK

OJK; Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga Di Tengah Meningkatnya Tekanan Perekonomian Global

Redaksi
By Redaksi
7 Oktober 2026
Dari Kabuh hingga Kudu, Tembakau Jombang Jadi Penopang 15 Ribu Petani
Jatim Fest 2026 Digelar, KAI Daop 8 Surabaya Hadirkan Promo Tiket Kereta hingga 30 Persen
SGN Dukung HUT ke-81 TNI, Salurkan 15 Ton Gula untuk Bakti Sosial dan 1,5 Ton untuk Pasar Murah
Sidak Sekolah Penerima Revitalisasi, Sekda Jombang Ingatkan Soal Tanggung Jawab

Kategori Berita

  • Politik
  • Lawan Korupsi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Kabar JATIM
  • Nusantara
  • Opini
Menu Cepat
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Susunan Redaksi
  • Copyright
  • Disclaimer
Dari Kabuh hingga Kudu, Tembakau Jombang Jadi Penopang 15 Ribu Petani
7 Oktober 2026
OJK; Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga Di Tengah Meningkatnya Tekanan Perekonomian Global
7 Oktober 2026
SGN Dukung HUT ke-81 TNI, Salurkan 15 Ton Gula untuk Bakti Sosial dan 1,5 Ton untuk Pasar Murah
6 Oktober 2026
Di Hadapan 600 Wisudawan UNWAHA, Zulhas: Berani Itu Menentukan Masa Depan
5 Oktober 2026
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
© Penarakyatnews.id 2026. All Rights Reserved. Developed by Marga
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?