Mojokerto, penerakyatnews.id – Dalam rangka peringatan hari raya Idul Adha 1438 H atau tahun 2017 Lapas klas IIB Mojokerto mengadakan Sholat Idul Adha dan dilanjutkan dengan pemotongan heman kurban.
Lapas klas IIB Mojokerto sangat luar biasa dalam menyambut hari raya Idul Adha di tahun 2017 ini dengan memotong 14 kambing dan 1 sapi, dari ke 15 hewan korban 1 sapi dari Danrem Mojokerto dan sumbangan korban 1 kambing dari Kapolresta Mojokerto.
Saat dikomfirmasi kepada Waskito salah satu petugas di kasi binadik giatja Lapas klas IIB Mojokerto mengatakan bahwa “ dalam kegiatan pelaksanaan hari raya kurban yang dilaksanakan di lembaga pemasyarakatan klas IIB Mojokerto berjalan dengan baik, dalam pelaksanaannya ada sekitar 600 orang warga binaan yang beragama Islam yang melaksanakan Sholat Idul Adha yang dipimpin oleh Khotib Pimpinan Ponpes Daruz Az-Zahro Gus Nurrochman, setelah sholat idul adha kita lanjutkan dengan pemotongan hewan kurban, kami sengaja membuat kesan tersendiri terhadap warga binaan bahwasannya walaupun dalam keadaan di hotel prodeo atau dalam penjara kita semua masih tetap bisa menjalankan ibadah sebagai umat islam , ungkapnya.
Lanjut menurut Ketua Panitia Khurban Wahyu Budi Hariyanto (Kasi Binadik dan Giatja) “ sistematis pengaturan untuk pelaksanaan hari raya kurban saya sendiri yang mengatur, untuk pemotongan hewan kurban kami mengambil dari warga binaan (WBP) H.M Shoddiq, kemudian dibantu oleh warga binaan untuk pembersihan hewan kurban, kemudian cara pembagiannya kita akan menyalurkan kepada warga binaan yang jumlahnya 680 orang terdiri dari 404 orang Napi dan 276 orang tahanan.” ulasnya.
Hanafi selaku Ka Lapas klas IIB Mojokerto menambahkan “ kami sangat bangga dengan kegiatan pelaksanaan hari raya idul adha yang dilaksanakan di lapas klas IIB Mojokerto, karena dari awal perayaan sholat id kemudian dilanjutkan dengan pemotongan hewan kurban berjalan dengan baik dan warga binaan bisa merasakan suasana perayaan hari raya kurban dengan antusias yang begitu besar sehingga tercipta suasana kebersamaan yang mempererat rasa persaudaraan baik warga binaan yang beragama Islam maupun Nasrani. (samsul).

