By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
Notification Show More
Font ResizerAa
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Reading: Akibat Pelaksanaan Proyek Irigasi Tidak Tepat Waktu, 50 Hektar Sawah Terlantar, Kerugian Petani Mencapai Rp15 Miliar
Share
Font ResizerAa
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
Search
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Follow US
Beranda » Blog » Akibat Pelaksanaan Proyek Irigasi Tidak Tepat Waktu, 50 Hektar Sawah Terlantar, Kerugian Petani Mencapai Rp15 Miliar
NUSANTARA

Akibat Pelaksanaan Proyek Irigasi Tidak Tepat Waktu, 50 Hektar Sawah Terlantar, Kerugian Petani Mencapai Rp15 Miliar

putri pena
Last updated: 13 Desember 2017 3:23 am
putri pena
Published: 13 Desember 2017
Share
SHARE
” Proyek Jaringan Irigasi Bandar Minang Yang Saat Ini Berbobot Volume Lk.30 persen Dengan Pelaksana CV. SIAK RIAU PERKASA, Namun Dikarenakan Pelaksanaan Rehab Yang Telat Dalam Pengerjaannya Sehingga Mengakibatkan Beberapa Hektar Lahan Pertanian Alami Kekeringan “. (Foto Doc.TIM-PRN).

TANAH DATAR , PRN.id – Tidak diduga sebelumnya atau memang minusnya koordinasi antara organisasi perangkat daerah (OPD) di wilayah kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat  dengan para petani di nagari Minangkabau, kecamatan Sungayang, Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat, ternyata berdampak jelek dan merugikan petani pada 50 hektar lahan pertanian.

Hal ini terdeteksi dari pantauan awak media Pena Rakyat News, bahwa pada areal pertanian sehamparan objek pelaksanaan kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi yang saat ini tengah berlangsung oleh pihak rekanan perusahaan. Diketahui areal persawahan petani tersebut bukanlah merupakan aliran air tadah hujan, melainkan saluran air yang sifatnya kontinyuitas dan berkesinambungan, karena hulu air yang merupakan sumber mata air saluran irigasi jarang mengalami kekeringan bahkan tidak pernah sama sekali.

Akibat dari pelaksanaan dua paket kegiatan proyek rehabilitasi saluran irigasi ini, sehingga saluran sering mengalami tutup dibanding buka, mengakibatkan persawahan petani kering kerontang yang menyebabkan ‘gagal panen’ bagi petani.

Menurut Ami (65), petani, warga Minangkabau, Kecamatan Sungayang Kabupaten Tanah Datar yang merupakan petani aktif pada area tersebut kepada Pena Rakyat News Senin (11/12) mengatakan, “akibat dari pelaksanaan proyek ini hampir 50 hektar lahan petani gagal panen,” katanya.

Disebutkan Ami, gagal panen petani secara ekonomis pendapatan petani dari hasil gabah mengalami kerugian mencapai miliaran rupiah selama proyek terlaksana.

“Seharusnya pekerjaan proyek dilakukan secara serentak, tidak dilakukan secara bertahap dan berangsur-angsur,” ujar Ami yang mengaku sebagai kakak dari salah seorang anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Arkadius Dt.Intan Bano yang merupakan pemilik dana okok-pokok pikiran (Pokir) Anggota DPRD Provinsi tahun 2017 ini.

Sebagai Anggota dewan lanjut Ami, Arkadius  yang menyalurkan dana pokirnya untuk kesejahteraan petani akan merasa kecewa dengan kondisi lapangan dalam pengerjaan proyek rehabilitasi ini, padahal anggarannya sudah masuk dipertengahan tahun anggaran 2017.   “Yo jaleh  Datuok kecewa jo karajo mode iko ( Ya jelas Datuk Akan Kecewa dengan cara dan hasil kerja seperti ini),” ungkap Ami dengan bahasa setempatnya. (Mail/tim).

You Might Also Like

Kisah Rizal Sebelum Di Tangkap Densus 88 Di Poso
Tim Survei Kelompok Budidaya Ikan Dari Dinas Perikanan Sambas Kunjungi Rutan Sambas
Sungai Semantik Meluap, 5 Desa Di Kecamatan Rejoso Banjir
Tingkatkan Rasa Nasionalisme Dengan Upacara Bendera Tiap Hari Senin di Rutan Sambas
Sekda Bantaeng Buka Monev Percepatan Asuransi Pertanian
TAGGED:proyek DesaSumbar
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trend Terkini
KABAR JATIM

Di Hadapan 600 Wisudawan UNWAHA, Zulhas: Berani Itu Menentukan Masa Depan

Redaksi
By Redaksi
5 Oktober 2026
Jatim Fest 2026 Digelar, KAI Daop 8 Surabaya Hadirkan Promo Tiket Kereta hingga 30 Persen
SGN Dukung HUT ke-81 TNI, Salurkan 15 Ton Gula untuk Bakti Sosial dan 1,5 Ton untuk Pasar Murah
Sinden Muda Lintang Kairo Mengapresiasi Paguyuban Dalang Cilik Kabupaten Kediri Curi Perhatian Pengunjung CFD di Wates
Pemkab Malang Realisasikan Hotmix Pendem Jatisari Pakisaji

Kategori Berita

  • Politik
  • Lawan Korupsi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Kabar JATIM
  • Nusantara
  • Opini
Menu Cepat
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Susunan Redaksi
  • Copyright
  • Disclaimer
SGN Dukung HUT ke-81 TNI, Salurkan 15 Ton Gula untuk Bakti Sosial dan 1,5 Ton untuk Pasar Murah
6 Oktober 2026
Di Hadapan 600 Wisudawan UNWAHA, Zulhas: Berani Itu Menentukan Masa Depan
5 Oktober 2026
Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul
3 Oktober 2026
Sidak Sekolah Penerima Revitalisasi, Sekda Jombang Ingatkan Soal Tanggung Jawab
2 Oktober 2026
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
© Penarakyatnews.id 2026. All Rights Reserved. Developed by Marga
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?