Sidoarjo, Penarakyatnews – Sangat disayangkan apa yang dilakukan oleh oknum lembaga kontrol sosial di Sidoarjo, pasalnya bukannya lembaga kontrol ini bisa sinergi dengan media malah terkesan menghambat tugas jurnalis.
Dalam temuan awal kru media Pena Rakyat News terkait proyek plengsengan di satu titik Desa Putat Tanggulangin Sidoarjo, banyak menemukan dugaan-dugaan penyimpangan, baik masalah pengerjaan, adonan dan tidak adanya papan proyek.
Masih dalam keterangan temuan awal bahwasannya proyek PUPR Sidoarjo ini di kerjakan oleh CV. Jatim Putra dengan nilai anggaran anggaran 180 juta dengan volume panjang 16 meter di desa Putat tinggi 120 cm dengan kedalaman 40/50 cm dan yang lebih hebat lagi proyek yang menggunakan uang rakyat ini tidak adanya papan anggaran.
Keterangan berbeda dari penanggung jawab CV. Jatim Putra yang mengaku bernama Irfan, dalam keterangannya Irfan menampik pemberitaan ini, menurutnya panjang proyek yang dikerjakan 200 meter, terkait pengerjaan dikerjakan secara manual karena molen rusak, dan Irfan juga mengakui bahwa proyek ini tidak terpasang papan proyek dengan alasan papan proyek masih dalam pembuatan.
Lebih lanjut menurut Nur Wahab selaku Sekjen LSM GERAM melihat hak jawab dari penanggung jawab CV Jatim Putra dapat disimpulkan bahwa proyek ini diduga asal-asalan, salah satu contoh kalau proyek ini transparan pastilah papan anggaran sudah dipersiapkan sebab hal ini juga sesuai dengan UU nomor 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP) dan secara profesional tidak ada alasan molen atau alat untuk adonan luluh rusak, melihat fakta ini proyek ini terkesan asal-asalan. Tegas Wahab Panggilan akrapnya Nur Wahab. (niko/sh07)

