Mojokerto, penarakyatnews.id – Sangat disayangkan dunia pendidikan apabila anak bodoh atau memiliki kelainan dalam AQU nya harus mendapat perlakuan yang tidak mengenakkan dari guru kelas dan sukuan yang akhirnya menjadi bertambah beban mental dan tidak berani sekolah.
Perlakuan ini terjadi pada Kevin Krisna Didik Subahtiar siswa klas VI SDN Tempuran Sooko Kabupaten Mojokerto, Kevin (panggilan kesehariannya) memiliki Aqu atau daya kepandaian yang dapat dibilang rendah namun disisi lain Kevin tergolong pendiam.
Menurut keterangan Mulyono (bapak), Suprapti (ibu) dan Kevin sendiri saat ditemui dikediamannya, merasa kecewa dengan pihak sekolah (SDN Tempuran), pasalnya Kevin merasa di kucilkan dan selalu mendapat sindiran dari Guru pengajarnya karena dianggap bodoh dan sering tidak naik kelas.
“saya sebenarnya ingin tiap hari masuk sekolah tapi saya sering dibentak-bentak guru saya dan guru sukuan pak, jadi saya takut” ucap Kevin dengan polosnya.
Masih dalam keterangan Mulyono dirinya merasa dipaksa menandatangani surat pernyataan orang tua yang isinya agar anaknya mengundurkan diri dari siswa SDN Tempuran, dan hal ini dibuktikan dengan surat yang diberikan kepada Mulyono ternyata sudah dipersiapkan oleh pihak sekolah dan dububuhi materai 6000.
Keterangan berbeda disampaikan oleh Triworo, S.Pd Kepala SDN Tempuran, dirinya menampik keterangan dari keluarga Kevin, pasalnya menurut Triworo pihak sekolah selalu memperhatikan dan mengharap Kevin bisa rutin sekolah dan tidak punya maksud untuk mengeluarkan, ucap Triworo yang diamini para guru SDN Tempuran. 16/1/18.
Sementara menurut pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto saat ditemui Qodery selaku Sekda LIRA mengusulkan agar orang tua Kevin membuat surat pengaduan.
Yang menjadi menarik pada investigasi ini, seorang kepala sekolah membuatkan surat pernyataan dan dibubuhi materai 600 agar siswanya keluar dari sekolah dan tidak ada tuntutan dibelakang hari. (sh07)

