Jombang, penarakyatnews.id – Sosialisasi peredaran gelap narkoba digelar oleh LDII Jatim, ambil Tema ” Wawasan pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba (P4GN) Di kalangan pelajaran dan Santri Ponpes Gadingmangu ” Diikuti 1000 santri ponpes. bertempat di ponpes Gadingmangu Perak Jombang. Sabtu (20/1/2018)
Hadir dalam kegiatan ini, yaitu Kepala BNP Jatim Brigjen Bambang Budi Santoso. Kapolres Jombang AKBP Agung Marlianto SIK. MH, Kepala BNK Nganjuk, Kepala BNK Trengggalek, Kepala BNK Pasuruan, Kepala BNK Malang, Kepala BNK Gresik, Kepala BNK Mojokerto, Kepala BNK Kediri, Ketua DPD, LDII Sejawa Timur, Tokoh agama Kyai Haji Masduki Perak, Pengurus FKUB kab Jombang, Siswa/Siswi SMA Budi UTOMO Gadingmangu.
Ketua LDII Kabupaten Jombang Drs Didik Menyampaikan, kegiatan pencegahan Narkoba ini adalah Hajat dari LDII Jatim yang ditempatkan di Ponpes Gading Mangu Jombang.
Sambutan Bupati Jombang yang diwakilli Asisten 1 Drs Purwanto menyampaikan, dengan adanya pencegahan peredaran Narkoba di ponpes Gading Mangu agar kedepannya para Santri tidak terpengaruh Narkoba Karena Kabupaten Jombang sangat memprihatinkan dalam penindakan menempati rangking 3 sejawa timur katanya, dilanjutkan oleh Drs Amin Aldi ketua LDII Jatim, dengan adanya sosalisasi pencegahan peredaran gelap Narkoba diharapkan agar para Santri khususnya Santri Dari LDII tidak Ada yang terlibat Narkoba.
Irjen Pol Drs Ali Jauhari Deputi Pencegahan BNN menyampaikan, sebelumnya kami sampaikan permohonan maaf, bahwa Kepala BNN Komjen Budi Waseso tidak dapat hadir ke Ponpes Gading Mangu Karena beliau ada kegiatan bersama bapak Presiden. Ungkapnya.
Masalah peredaran Narkoba di Indonesia sama dengan Jaringan Teroris bersembunyi Karena hanya Allah Swt yang tahu korban dari Narkotika tersebut, karena akibat pengaruh dari Narkoba antara lain bisa merusak otak yang tidak ada jaminan sembuh dan penyalah gunaan narkoba di Indonesia lebih kurang sebanyak 5 Juta orang sehingga kalau dihitung Kerugian jiwa dan material setiap hari mencapai 40- 50 orang perhari dan kerugian materi sebesar 63 trilyun.
Siapapun bisa terjerat oleh narkoba, yang terjerat seluruh lapisan Masyarakat pejabat TNI, Polri, BNN, Jaksa, Hakim hingga masyarakat umum, Karena wilayah penyebaran seluruh wilayah pelosok Indonesia dengan sasaran generasi muda
Dari Temuan Ada 68 jenis Narkoba baru ( NPS) dan jumlahnya akan Terus berkembang, dan hanya 60 jenis yang diatur Dalam peraturan Menteri kesehatan, tapi yang lainnya belum dapat di tindak Karena Undang undangnya belum menjangkau.
Lanjutnya, Indonesia merupakan keranjang sampah Narkoba dan Cina merupakan Pemasok terbesar di Indonesia, khusus negara Cina menjadi perhatian khusus Karena narkotika Dari Cina ke Indonesia mencapai 250 Ton, Indonesia merupakan sasaran pasar narkoba karena pihak asing tidak mau menjadi negara maju sehingga di sedang dengan cara me masukkan Narkoba ke Indonesia.
Jaringan international yang beroprasi di Indonesia diantaranya negara Africa barat, Iran, Tiongkok, Pakistan, Malaysia, dan Erofa, karena Peredaran narkotika di Indonesia di Indonesia indikasi Kuat sebagai instrumen proxsiwar oleh Negara Negara asing dari data tersebut Golongan pengguna narkoba Pekerja sebesar 50,34% dan Pelajar mencapai 27,32% sedangkan pengguna yang tidak bekerja mencapai 22,34%. Jelasnya.
Menurut kelompok umur penguna Narkoba di Indonesia sepanjang tahun 2015 sampai 2019, untuk kelompok umur antara usia 20- 24 tahun disitulah kelompok produktif semakin meningkat.
Peran tokoh agama peran tokoh masyarakat dalam penanggulangan narkotika sangat Perlu di kedepankan dan di jadikan Pioner untuk mencerah adanya Peredaran Narkoba.
Perlu diketahui, Perkembangan terakir yang ditangkap BNN narkotika berbentuk air mineral dan untuk anak- anak dan ibu ibu ada dalam bentuk makanan ringan dan terbuat dari jamur kotoran sapi.
Selesai sosialisasi Ketua BNP Jatim Brigjen Bambang Budi Santoso mengukuhkan relawan anti narkoba yang anggota. (wisa).

