Mojokerto, penarakyatnews.id – Berawal dari rasa keprihatinan melihat sampah yang berserakan, LSM LIRA Ngoro yang di komandani oleh Timbul (45 ) bersama rekan rekan DPK lainnya mencoba untuk memberikan manfaat pada masyarakat sekitar kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto.
Dengan di bantu rekan dari IPB Bandung memecahkan sebuah solusi yang diharapkan bisa bermanfaat selanjutnya.
Sampai saat ini DPK LIRA Ngoro sudah membentuk beberapa cabang di 11 desa dari 19 desa yang ada di kecamatan Ngoro .
Dari 11 desa yang produktif banyak mengumpulkan sampah sampah rumah tangga yang di jadikan satu dalam pengelolaannya untuk dijadikan prodak prodak yang bermanfaat .
Sampah organik dan non organik di pilah pilah dalam satu tempat untuk memfungsikan kegunaannya.
Sampah rumah taangga misalnya yang organik, dari pengelolaan yang di bantu oleh akedemisi IPB mampu memfermentasikan untuk membuat pakan lele yang selama masa panen tidak memakai makanan pokpand.
Dari hasil fermentasi lainnya sampah organik rumah tangga semisal kulit brambang dll . DPK LIRA Ngoro mengemasnya dalam satu wadah yang bernilai ekonomis untuk pupuk organik, Saat ini banyak dari konsumen secara langsung mengambil prodak pupuk organik dari tempat pengolahan pupuk.
Beberapa pengembangan selalu di lakukan oleh para anggota LIRA di desa desa antara lain mengebangkan sayap di pesantren- pesantren yang secara tidak langsung dapat memberikan nilai pendidikan, Pesantren juga memiliki sampah- sampah yang tidak kalah banyaknya.
Dari sampah yang ada kebanyakan dari limbah plastrik, di pesantren juga di para santri di didik untuk berkreasi dengan limbah plastik yang secara guna dapat dijadikan kerajinan tas, dompet ,dan kerajinan lainnya yang dapat memiliki nilai ekonomis bagi para santri.
” Harapan kami , Dari sampah yang ada di Ngoro ini , warga masyarakat mampu membayar pajaknya dengan sampah” pungkas Timbul ( Camat Lira Ngoro,red ). (imam)

