By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
Notification Show More
Font ResizerAa
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Reading: “Cuaca Ekstrem” Petani Bawang Menjerit Harga Anjlok
Share
Font ResizerAa
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
Search
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Follow US
Beranda » Blog » “Cuaca Ekstrem” Petani Bawang Menjerit Harga Anjlok
KABAR JATIM

“Cuaca Ekstrem” Petani Bawang Menjerit Harga Anjlok

putri pena
Last updated: 22 Januari 2018 1:17 pm
putri pena
Published: 22 Januari 2018
Share
SHARE

Nganjuk, penarakyatnews.id – Panen raya seharusnya menjadi momen yang membahagiakan bagi para petani. Namun justru sebaliknya, petani bawang merah di Kabupaten Nganjuk, sedih karena harga bawang anjlok.

Harga bawang ditingkat petani Rp6 ribu hingga Rp7 ribu padahal harga produksi per Kg  Rp10 ribu. Idealnya harga bawang merah adalah Rp15 ribu per Kg sesuai dengan janji pemerintah. Kondisi ini membuat petani tak berdaya.

“Ibaratnya saat ini petani bawang merah menjerit. Jangankan untung, bisa jadi kita malah merugi,” kata salah petani yang tinggal di Desa Sukomoro-Nganjuk.

Persoalan yang membelit petani bawang merah tak hanya saat panen. Namun, juga selama proses menanam komoditas tersebut. Serangan hama ulat yang muncul sejak awal proses penanaman sulit diatasi. Berbagai jenis dan merek pestisida telah digunakan, tetapi hama ulat masih saja menyerang daun bawang merah. Jika tak segera diberantas, daun bawang merah akan layu dan kering.

Selain disemprot pestisida, petani masih harus mengambil secara manual hama ulat itu dengan cara memetik daun yang diserang. Sebab, hama tersebut ternyata masih hidup dan berkembang biak di dalam daun bawang.

“Hasil panen hancur, salah satunya karena serangan hama ulat. Rendemen bawang juga rendah karena cuaca tidak menentu sehingga harganya turun,” ujarnya.

Sementara itu, Mantri Pasar Sukomoro Bowo mengatakan, mayoritas warga di Desa Sukomoro bergelut dalam sektor pertanian bawang merah. “Profesi” itu sudah dilakoni secara turun-temurun. Sayangnya, meski jadi gantungan hidup, hasil panen bawang merah tahun ini malah tak bisa diandalkan.

“Kondisi cuaca selama beberapa bulan terakhir cenderung ekstrem. Hal itu tidak mendukung untuk produksi bawang yang melimpah dan berkualitas dan terkait anjloknya harga bawang merah, pihaknya tak bisa banyak berbuat. Sebab, hal itu juga bergantung mekanisme pasar. Namun, pemerintah desa tak tinggal diam terkait persoalan ini.” Jelasnya. (bing)

You Might Also Like

Dosen STIE YAPAN Surabaya Melakukan Pelatihan Aplikasi Komputer Siswa SMK Prapanca 2, sebagai bentuk Pengabdian Masyarakat
H+1 Lebaran 2026, Volume Pengguna Commuter Line Wilayah 8 Surabaya Meningkat 10% dari Tahun Lalu
Patroli Malam Kendarai Motor, Kapolresta Sidoarjo Pastikan Kamtibmas Jelang Pilkades Kondusif
Gebyar HUT RNews  ke-3 ‘Satu Goresan Pena Bersama Membangun Negeri’
Rehab Peninggian Gedung TK Desa Buduran Kecamatan Wonoasri Kabupaten Madiun
TAGGED:NganjukPetani Bawang
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trend Terkini
KABAR JATIM

Sinden Muda Lintang Kairo Mengapresiasi Paguyuban Dalang Cilik Kabupaten Kediri Curi Perhatian Pengunjung CFD di Wates

Redaksi
By Redaksi
30 September 2026
Sidak Sekolah Penerima Revitalisasi, Sekda Jombang Ingatkan Soal Tanggung Jawab
KPPU Dorong Mahasiswa Pahami Persaingan Usaha untuk Bangun Ekonomi Berdaya Saing
PT. PRADHA KARYA PERKASA Sampaikan Hak Jawab Melalui Anggota TNI Terkait Pemberitaan Dugaan Limbah di Karangdiyeng
Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul

Kategori Berita

  • Politik
  • Lawan Korupsi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Kabar JATIM
  • Nusantara
  • Opini
Menu Cepat
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Susunan Redaksi
  • Copyright
  • Disclaimer
SGN Dukung HUT ke-81 TNI, Salurkan 15 Ton Gula untuk Bakti Sosial dan 1,5 Ton untuk Pasar Murah
6 Oktober 2026
Di Hadapan 600 Wisudawan UNWAHA, Zulhas: Berani Itu Menentukan Masa Depan
5 Oktober 2026
Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul
3 Oktober 2026
Sidak Sekolah Penerima Revitalisasi, Sekda Jombang Ingatkan Soal Tanggung Jawab
2 Oktober 2026
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
© Penarakyatnews.id 2026. All Rights Reserved. Developed by Marga
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?