Sumenep, penarakyatnews – Mahasiswa yang tergabung dalam Forum Komonikasi Mahasiswa Sumenep (FKMS) menggelar aksi di depan kantor Bank perkriditan Rakyat Sumenep (BPRS) pada hari Senin (05/02/2018 ) untuk menolak penunjukan terhadap istri bupati Sumenep (Nurfitriana) , sebagai Komisaris. 5 Februari 2018
Demo mahasiswa dalam orasinya, “Bank BPRS telah terjadi Nepotisme karena sudah di ketahui bahwa Nurfitriana adalah istri dari Bupati Sumenep, sebagai pemilik saham pengendali bang BPRS.
Korlap Agus mengatakan kenapa Dirut BPRS Novi Sujatmiko selalu membela Nurfitriana, ini ada indikasi untuk menguasai dan mengendali terhadap Bank BPRS.
“Bupati jangan mementingkan sepihak karena masih banyak yang layak untuk menduduki kursi Komisaris, sedangkan Nurfitriana hanya lulusan D3 pariwisata, maka kami sangat menolak dengan penunjukan ini”, teriaknya para pendemo.
Jangan beralasan sudah mengikuti mikanisme karena kami sangat memahami, ini adalah Nepotisme hanya untuk mengeruk kekayaan sendiri.
Bank BPRS merupakan BUMD badan usaha milik daerah dan juga merupakan milik rakyat Sumenep, jangan jadikan BPRS ini sebagai ajang Nepotisme untuk mengeruk kekayaan masyarakat.
Direktur BPRS Novi Sujatmiko menerima semua pengunjuk rasa di ruangan rapat BPRS, dan menyampaikan bahwa proses penunjukan Nurfitriana sebagai Komisaris sudah melalui tahapan dan prosedur, karena ketentuan tersebut sekarang sudah di pegang oleh OJK
Namun dalam hal ini FKMS menyampaikan, mau pakai pembenaran apapun entah itu sesuai dengan mekanisme, sesuai Permendagri, atau sudah lolos dari OJK tetap kami menulak.katanya pendemo.
“Bupati sudah mengedepankan kepentingan sendiri dengan menunjuk istrinya sebagai Komisaris BPRS yang merupakan BUMD kabupaten Sumenep.
Kalau memang Nurfitriana ingin menata BUMD kenapa harus BPRS kok tidak PT WUS, mungkin karena BPRS merupakan aset daerah yang merupakan BUMD yang potensi dalam pendapatan, ini suatu pembohongan kepada masyarakat Sumenep. (erf)

