PRN MOJOKERTO – Pekerjaan proyek Long Strorage kali mati air baku yang mencakup dua wilayah Mojokerto dan Sidoarjo terancam mangkrak, pasalnya kuat dugaan kurangnya kordinasi antara pihak terkait dari Pemkab Mojokerto dan Pemkab Sidoarjo dengan pihak desa tidak dilakukan.
Terlihat banyaknya protes warga desa yang dilalui proyek long strorage terkait penggantian tanah kas desa (TKD) ini menandakan ketidak siapan pemerintah dalam memulai pelaksanaan mega proyek ini.
Seperti diketahui bersama wilayah Mojokerto yang dilalui mega proyek long strorage air baku meliputi desa Kwatu, Leminggir, desa Ngimbangan dan wilayah Sidoarjo desa Mergo Bener semua belum ada komitmen terkait penggantian TKD.
Dalam beberapa kali demo yang dilakukan warga desa Kwatu dan desa yang lainnya hanya menginginkan kejelasan terkait ganti rugi TKD dan beberapa ganti rugi yang lain termasuk pemanfaatan limbah pasir, namun beberapa kali pertemuan yang menyebutkan “sosialisasi” kesemuanya dengan hasil mengambang sedangkan proyek sudah dijalankan.
Sementara menurut pelaksana proyek dari PT Nindia Jaya dan PT Rudi Jaya (Fkr dan IG, inisial, red) yang bertugas hanya melaksanakan kebijakan dari pemerintah untuk pengerjaan proyek long strorage air baku ini terasa menelan pil pahit, pasalnya masyarakat awam yang tidak mengetahui seluk beluk proyek pemerintah menitik beratkan kesalahan kepada pelaksana proyek padahal pelaksana proyek adalah bukan pembuat kebijakan.
Lebih lanjut pihak pelaksana proyek juga sangat menyayangkan atas pemberitaan di media terkait dalam pelaksanaan proyek tidak adanya sosialisasi, dan menurut Fatkur selaku penanggung jawab proyek bahwa sosialisasi sudah dilaksankan baik sebelum dan semenjak terjadinya polemik bahkan wartawan dari media ini selalu mengikuti dan memberitakan terkait sosialisasi kewarga, tegas Fatkur.
Sampai berita ini diturunkan masyarakat yang terkena proyek long strorage air baku tetap menginginkan keputusan yang jelas terkait TKD dan masyarakat juga berjaji kalau semua itu terealisasi sangat mendukung penuh proyek ini. (sh07).

