PRN MADIUN – Mungkin sudah apes dan waktunya mengakhiri petualangan tipu menipu yang dilakukan oleh Darmianto warga Kediri, pasalnya saat dia ngoceh di warung tempat mangkalnya para wartawan tiba-tiba dirinya mengaku dari Wartawan Media Oposisi, padahal dia tidak mengenal Pimpinan Redaksi Oposisi. 03/04/18.
Mendengar hal itu sontak saja rekan- rekan media yang ada disitu langsung menghubungi Pimpinan Redaksi Media Oposisi Suprapto yang kebetulan tidak jauh dari temen-temen media cangkruan.
Pelaku atas nama Darmianto warga desa Basongan desa Sukoanyar RT 19 RW 09 kecamatan Mojo Kediri. Setelah di tanya oleh Pimred yang seolah olah mau gabung di koran oposisi namun Darmianto bilang hilang kontaknya. Dari sinilah aneh akhirnya pimred oposisi Suprapto membentak tolong keluar kan KTA atau pun surat tugas anda.
” Iya mas ini KTA saya, tapi saya mau perpanjang saya kenal baik dengan Pimred oposisi” jelas Darmianto.
Seluruh rekan rekan wartawan tersebut tersontak tertawa saat mendengar keterangan dari pelaku. Merasa ada yang ganjil Pimred menelepon ke kantor Redaksi atas ke absahan ST tersebut.
” ia mereka benar pernah ikut bergabung namun sudah 3 tahun yang lalu tidak aktif dan sudah di keluarkan lama, kantor redaksi pernah di telpon dari Polres Trenggalek juga mencari keberadaan Darmianto terkait skandal penipuan, dan juga ikut membawa lari uang biro oposisi trenggalek” terang pimpinan perusahaan Kariyanto saat di telpon oleh Pimred.
Karena banyak keganjilan dan keraguan pimred oposisi menelpon dan cros chek ke piket reskrim polres Trenggalek. Dengan hasil di benarkan Darmianto merupakan salah sati DPO terkait kasus penipuan dan penggelapan rekrutmen tenaga kerja di SPBU.
Pelaku juga sempat lari akhirnya sontak rekan rekan media mengejarnya dan masyarakat sekitar, akhirnya pelaku di bawa di polsek Mejayan Madiun. Rekan pelaku 2 orang, yang satunya mengaku dari media koran patroli. Sementra pelaku di amankan di polsek Mejayan menunggu jemputan dari Polres trenggalek. Dan rekan pelaku juga dalam pengejaran polsek Mejayan hingga saat ini. ( bersambung/pra)

