PRN MOJOKERTO – Pencemaran limbah sudah menjadi hal yang sangat memprihatikan di negeri ini, Air dan tanah serta udara yang tercemar oleh limbah berbahaya bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Salah satu jenis limbah yang mencemari bumi Indonesia adalah limbah B3. Apa itu limbah B3 ? B3 merupakan singkatan dari Bahan Berbahaya dan Beracun.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 18 tahun 1999, pengertian dari limbah B3 adalah sisa suatu usaha dan atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan atau beracun yang karena sifat dan atau konsentrasinya dan atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan atau merusakan lingkungan hidup dan atau membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta mahluk hidup lain.
Hal ini terlihat dan sangat dirasakan oleh penduduk desa Manduro kecamatan Ngoro, penduduk Manduro sangat resah dengan ulah pihak PT Hijau Alam Nusantara yang setiap hari melakukan pembakaran sampah yang diduga limbah B3 ini, pasalnya banyak warga yang mengalami sesak nafas dan kalau pembakaran terlalu kencang dirasakan dimata juga perih.
Warga Manduro selama ini tidak ada yang berani mengeluh dan mengadu entah karena apa, namun kesabaran warga memuncak sebut saja Bbg (inisial, red) secara diam-diam menceritakan hal ini kepada wartawan pena rakyat news.
“sudah sejak lama hal ini berlangsung, setiap hari kami merasakan udara yang kurang sehat, dam terkadang mata ini perih karena kena asap dari pabrik pembakaran limbah PT. Hijau Alam Nusantara” ungkap Bbg.
Sementara saat wartawan pena rakyat news hendak menemui Widodo Pimpinan perusahaan, Widodo merasa keberatan memberikan keterangan, bahkan Widodo mengarahkan agar wartawan menanyakan kepada Moh Saiqu Akbar selaku Kepala Desa Manduro, hal ini terasa aneh dan muncul pertanyaan ada kerja sama apa Kepala Desa Manduro dengan pihak Perusahaan, dan apa kapasitas kepala desa menjawab pertanyaan wartawan terkait dugaan pencemaran udara di desa Manduro.
Lebih jauh tim langsung hendak menemui Moh Saiqu Akbar Kepala Desa Manduro namun menurut keterangan perangkat desa tidak ada di tempat.
Sampai berita ini diturunkan tim pena rakyat news belum mendapatkan kejelasan terkait solusi keluhan warga Manduro ini, dan tim akan melanjutkan mencari data dan informasi kepada pihak BLH agar keluhan warga ini dapat terjawab. Bersambung. (tim biro mojokerto)

