PRN Nganjuk – Kebakaran yang ditafsir menelan kerugian puluhan juta itu terjadi di lahan persawahan yang ditanami tebu habis dilalap si jago merah Desa Jatirejo Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk. Jum’at, 03/08/2018.
Pantauan awak media ini terhitung kurang lebih puluhan hektar sawah milik desa Jatirejo yang disewakan dan dikelola PT Mrican Kediri tampak ludes.
Saat berada di lokasi bertemu seorang saksi mata yang enggan disebut namanya,menyampaikan,”pagi itu saya hendak pergi ke Kota, setibanya di dekat tempat kejadian ( kebakaran -red ) ,saya panik karena api yang menjalar dengan tiba tiba , hanya dalam hitungan menit , api tersebut telah berhasil melalap tebu yang diper kirakan hampir 5- 7 hektar,” ungkapnya.
Tidak lama kemudian saksi bergegas langsung melapor ke Polsek Loceret ,tidak lama kemudian tim pemadam kebakaran pun tiba pada waktunya.
Saat mengkonfirmasi Kepala UPT Damkar Tanjunganom via telpon genggamnya, Setyana mengatakan,”hampir setiap hari terjadi kebakaran,namun karena sudah menjadi tugas dan amanat kita untuk mengatasi masalah kebakaran , kami siap melayani 24 jam nonstop “tandasnya.
Terpisah,Abdul Wachid selaku Kepala Satuan Pamong Praja saat ditempat kejadian menyatakan, ” ya seperti inilah tugas dan fungsi pokok dari Pemadam Kebakaran, terjadi dimana mana kebakaran seperti ini, apalagi Nganjuk kota angin , api dengan mudahnya menjalar kemana mana,” kata Wahid siang itu.
Ditanya soal kebakaran yang sering terjadi di Nganjuk, Wachid menghimbau dan berpesan kepada seluruh lapisan masyarakat Nganjuk , untuk supaya berhati hati bila melakukan pembakaran atau membikin perapian buat hewan ternak (diang , obong obong juga membuang puntung rokok, red istilah jawa). (tobing)

