PRN NGAWI – Semburan air di lokasi pesawahan yg dimiliki oleh seoarang warga bernama Mujianto (45) yg berlokasi di Dusun weru. Rt 1 Rw 2 Desa Sidolaju kec Widodaren Kab Ngawi.
Semburan ini mencapai ketinggian antara 20 sampai 30 meter dari permukaan tanah. Diameter air semburan kurang lebih 40 cm dan menyemburkan air secara terus menerus dengan tekanan yang besar sekali, sehingga mampu menyemburkan air setinggi 20-30 m.
Suara gemuruh akibat semburan air ini dapat didengar radius 15 m dari pusat semburan.
Menurut keterangan Danramil 0805/11 Widodaren Kapten infantri Parkuat, Semburan ini sudah berlangsung 3 hari, selain itu Danramil 0805/11 Widodaren menuturkan agar masyarakat tidak panik dan selalu waspada agar tidak menkonsumsi air dari lokasi tersebut karena masih di teliti lebih lanjut oleh instansi terkait.
Dalam kesempatan itu pihak TNI ikut berperan serta membantu petugas dari BBTPKLPP Surabaya, hari ini rabu 8/8/2018 ada tim dari Propinsi Jawa Timur Yaitu BBTPKLPP (Balai Besar Teknik Pengendalian Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit) Surabaya yang mengambil sample air, lumpur dan pasir dari lokasi semburan dan mengenai hasilnya akan diumumkan ke masyarakat dalam waktu paling cepat 2 minggu.
Menurut Agus salah satu tim yang mendampingi 2 anggota pengambilan sample di lokasi akan diambil dari sample titik pusat semburan, kemudian dari sumur yang agak dekat semburan lalu dari sumur yang jauh dari semburan.
Hal ini ditujukan sebagai pembanding apakah ada Zat zat yg berbahaya yg dikandung di air semburan dengan air di sekitar warga, karena banyak warga yang mulai menyakini kalau air itu membawa khasiat buat kesehatan.
Seperti yang terjadi sewaktu Pena Rakyat news melakukan liputan banyak warga yg membawa botol berisi air dari semburan katanya buat obat begitu penuturan Sarmi dilokasi kejadian.
Selain itu adanya fenomena alam ini membawa berkah bagi masyarakat sekitar dengan membuka warung di sekitar lokasi.
Setiap hari ada pengunjung yg datang ke lokasi seperti pengamatan Pena Rakyat News ada puluhan pengunjung yang rela panas panasan menyaksikan semburan air di tengah persawahan tersebut.
Sewaktu melakukan liputan ini disekitar lokasi aman tidak tercium gas atau bau yang tidak enak, bahkan air yang sempat menyiram kami terasa segar tidak berbau. (Beni Setyawan)

