PRN JOMBANG – Diberitakan terkait kelakuan sekelompok siswa SMP Sunan Ampel Jombang merokok di tempat umum dengan berseragam sekolah, bukannya mendapat perhatian dan masukan malah sang kepala sekolah ancam wartawan dilaporkan Polisi.
Dengan nada tinggi Syamsul selaku Kepala SMP Sunan Ampel Jombang memprotes wartawan melalui selulernya memaksa untuk menurunkan pemberitaan miring terkait sekolah yang dipimpinnya.
Sikap kurang bijak Samsul juga dipertunjukkan saat menuduh wartawan mengunggah pemberitaan tanpa adanya komfirmasi kepada pihak sekolah, padahal faktanya saat wartawan pena rakyat news bertandang SMP Sunan Ampel, dirinya tidak ada ditempat dan Wakil Kepala SMP Sunan Ampel Endang yang mewakili berstepment.
Samsul mengklarifikasi ulang bahwa saat awak Media menjumpai sekelompok siswa SMP Sunan Ampel merokok di warung Kebon Rojo adalah sudah bukan tanggung jawab pihak sekolah sebab hal itu dilakukan saat siswa sudah pulang sekolah. Sabtu, 6/10/18 pukul 10.26 wib.
Kepala SMP Sunan Ampel Jombang Syamsul juga menambahkan bahwa anak didiknya saat itu pulang lebih cepat karena sedang ada UTS.
Hal ini sebenarnya senada dengan apa yang diutarakan Endang selaku Wakasek saat diminta keterangannya saat lalu.
Melihat hal Indik selaku LSM NGO HDIS yang sangat peduli dengan dunia pendidikan angkat bicara, ini ada kejanggalan dalam penyikapan dan respon dari pihak Kepala Sekolah, pasalnya dalam tata tertib siswa di point I03 sudah jelas “siswa merokok diluar sekolah dengan menggunakan seragam sekolah” kredit poinnya 40, ini sama artinya walaupun siswa itu sudah pulang dan belum sampai dirumah dan di jalan ketahuan merokok dengan berseragam akan mendapatkan sanksi. Namun Samsul mengatakan itu sudah bukan tanggung jawab sekolah. Ini sangat memprihatinkan. Tegas Indik Pujiono.
Lebih dalam dikupas saat wartawan mengetahui segerombol siswa SMP Sunan Ampel merokok berjamaah di warung Kebon Rojo jam 10.26 wib, terlihat dari minuman yang dipesan oleh segerombol siswa yang sudah pada habis artinya para Siswa tersebut datang le warung diperkirakan jam 10.00 wib, sedangkan keterangan awal yang didapat dari Wakasek Endang bahwa siswa pulang jam 10.30 wib. Alasan mendasar dari media adalah dapat sebagai lembaga kontrol sosial yang profesional dengan memberikan informasi yang faktual bukan malah dituduh mencemarkan nama baik. (sh07).

