PRN MOJOKERTO – Masyarakat hanya bisa menggerutu dan tidak bisa berbuat apa-apa, setiap hari menikmati bau tak sedap, lahan pertanianpun jadi sasaran rusak karena limbah B3. Minggu, 28/10/18.
Sudah bertahun-tahun warga dusun Ploso desa Bangun kec. Pungging dan dusun Nambangan desa Ngimbangan kec. Mojosari setiap hari harus menghirup udara limbah dan sungai yang liar teraliri limbah dari pabrik kertas Pakerin, namun anehnya suara warga terdampak limbah tidak berpengaruh apapun dan terkesan nyantai tidak ada perubahan.
“pagi-pagi sudah di sajikan bau limbah Pakerin yang tidak sedap pak, rasane gak kuat aku, ikan leleku lemes kabeh” celetuk warga Bangun yang bekerja di warung pinggir dusun Nambangan.
Masih dalam keterangan warga Bangun sebut saja Bonjol (nara sumber tidak bersedia disebut namanya, red), setiap hari Bonjol dan istrinya bekerja di warung pinggir sungai aliran dari Bangun ke barat Ngimbangan, menurutnya setiap hari air sungai ini berwarna putih kecoklatan dan baunya sangat menyengat, dirinya beberapa kali komplin kepada pihak desa namun kenyataannya tidak ada perubahan.
Menurut Bonjol semestinya limbah cair B3 diduga milik Pakerin ini diolah dulu sebelum dibuang ke sungai dan prediksi Bonjol kepala desa Bangun ini sudah dikondisikan oleh pihak “Pakerin”, hal ini terbukti walaupun warganya kena dampak limbah tapi Kepala desa nyantai saja. Pungkas Bonjol.
Edisi depan pena rakyat news akan menyajikan kelanjutan pemberitaan limbah pakerin mengalir liar ini dengan stepment dinas terkait. (aji/lia)

