PRN MOJOKERTO – Pengaduan Jumadi kepada redaksi Pena Rakyat News pada hari rabu 21/11/18 menuai reaksi keras dari Nur Rahmad dan perangkat desa Kepuh Arum terhadap diri Jumadi dan Suyono wartawan PRN yang meliput dan menerima keluhan Jumadi.
Dalam pertemuan yang semestinya dapat diartikan sebagai hak jawab atas pemberitaan dengan judul “Terlalu ….Warga Miskin Di Abaikan Kades Kepuh Arum” terasa bernada ancaman dan intimidasi terhadap wartawan PRN yang memberitakan, padahal harapan dari suatu pemberitaan adalah adanya perubahan atas dugaan kebijakan yang kurang merata/adil.
Menanggapi permintaan dari pihak Kepala Desa dan Perangkat desa untuk mencabut pemberitaan yang sudah diterbitkan, dapat diartikan sebuah penekanan, namun mengingat tujuan media Online dan Koran Pena rakyat News adalah turut serta dalam mengisi pembangunan maka dianggap suatu hal yang biasa.
Ditandaskan oleh Kepala Desa Kepuh Arum bahwa pengaduan saudara Jumadi kepada Pena Rakyat News dirasa kurang berimbang dan terdapat perihal yang memojokkan pihak desa, pasalnya menurut Kepala Desa Kepuh Arum sebenarnya perihal Jumadi yang merasa tidak pernah menerima bantuan apapun dari pihak desa, ini sudah didaftarkan dan dalam proses pengajuan dan pihak desa juga masih nunggu putusan dan kebijakan pemerintah daerah, jadi dengan kata lain dirinya (kepala desa, red) sudah berupaya membuat warga Kepuh Arum Kecamatan Kutorejo merasa nyaman dan dapat menikmati segala bantuan dari pemerintah. Tegas Nur Rahman.
Jurnalis : Suyono
Redaktur : Ariono Aji.

