PRN Magetan – Tapen,Minggu 13 Januari 2018, Bupati mengadakan ngopi bareng dengan Mahasiswa UGM yang sedang mengadakan KKN di desa Tapen, Kec Lembeyan Kab Magetan, KKN ini diikuti oleh 7 fakultas yang terdiri dari 25 Mahasiswa dan dilakukan selama 50 hari, diketuai oleh Muhammad Almaas.
Pada kesempatan ini Bupati Magetan Suprawoto yang akrab dipanggil Kang Woto mensuport para mahasiswa agar terus menggali potensi yang ada yang ada diDesa Tapen agar kedepan bisa dikembangkan secara maksimal.Karena menurut Kang Woto suatu desa akan bisa berkembang bila ada perubahan disana “Perubahan di dunia itu terjadi karena tiga hal yaitu 1.perubahan karena ide, 2 perubahan karena interaksi 3.perubahan karena teknologi.”ujar Kang Woto.
Pertemuan yang di gelar dengan santai di rumah kades ini juga dihadiri oleh Camat Kawedanan sekaligus PLH Camat Lembeyan kab Magetan, Cahaya Wijaya dan Kades Desa Tapen Slamet Riyanto. Dengan gaya bicara yang santai dan non formal dalam pertemuan ini mahasiswa UGM yang ikut ngopi bareng ini mengungkapkan rencana kerja mereka dalam ikut membantu Desa Tapen menjadi Desa Wisata.
Muhammad Almas ketua KKN UGM kepada Pena Rakyat News mengatakan “Tim KKN ini dibagi menjadi 2 Cluster yang pertama cluster sainstek yang akan menghasilkan output berupa semua hal yang berkaitan dengan perancangan dalam semua hal, blue print (Rancangan besar desa wisata) desa Tapen menjadi desa wisata dan yang kedua adalah cluster Sosial humaniora (sosial kemasyarakatan) Ternyata didesa Tapen terdapat banyak tantangan yang kompleks yang memerlukan penanganan dari segala bidang ilmu, mulai dari perternakan dan perikanan, arkeologi, pembinaan sumber daya manusia dll,tapi kami optimis untuk ikut memecahkan masalah yang ada satu persatu, diakuinya program yang dipimpinnya nanti akan diikuti oleh program selanjutnya, tim kami merupakan awal pemetaan potensi yang selanjutnya akan diteruskan oleh program KKN selanjutnya. “imbuhnya.
Kedepan Wisata harus sebagai pengukit kegiatan ekonomi di Magetan.Dalam kesempatan ini Mahasiswa mengungkapkan tantangan yang ditemukan di lapangan antara lain adalah antusiasme masyarakat yang masih rendah kesadaran akan wisata. Persoalan ini di jawab oleh Bupati “Salah satu solusinya adalah dengan cara agar Pemdes memberi contoh pada setiap stakeholder yang ada dengan cara mengajak melihat desa desa wisata yang sudah maju agar bisa menjadi contoh. Dengan begitu maka akan lebih mudah menumbuhkan kesadaran bagi masyarakat.” Tuturnya.
Dalam kesempatan ini mahasiswa juga mengungkapkan keinginan mereka untuk menggugah semangat warga desa akan pentingnya membangun wisata di desa Tapen dengan cara membuat Festival yang akan dilaksanakan pada bulan Pebruari. Selain mengungkapkan ide dan gagasannya Mahasiswa UGM juga mengutarakan permasalahannya antara lain cara penggalian dana dan lain lain. Kegiatan ini berakhir pada pukul 22:15. Video kegiatan ini bisa di klik di, http://www.youtube.com/c/BeniSetyawanMagetan
(Jurnalis: Beni Setyawan)

