PNR-Trenggalek – Dalam rangka sosialisasi jurnalistik untuk mencegah atau menyingkapi dunia maya “medsos” yang keren di era generasi milenial (Jaman NOW), Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Trenggalek Bersama-sama PWI kab. Trenggalek mengadakan acara Diklat Jurnalistik Tingkat SMP Negeri dan Swasta se Kab.Trenggalek, Kamis,(2/5/19).
Drs Kusprigianto, MM Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Trenggalek dalam sambutannya, di moment Hardiknas 2019 ini beliau berpesan supaya para generasi penerus dapat bersinergi dan mengambil ilmu yang didapat dari diklat Jurnalis ini, serta dapat memahami fungsi dari wartawan/Jurnalis yang berorentasi dari sebuah sumber yang dapat di pertanggung jawabkan sesuai ilmu pengetahuan ilmiah “ tuturnya.
Narasumber kegiatan Diklat Jurnalis di isi dari PWI Trengalek, yang di Tugaskan Komisi 1 PWI Trenggalek Yang diketuai Siswanto di sepakati berserta seluruh anggota komisi 1, dalam kesepakatan rapat komisi di Tugaskan Hamzah Abdillah, Hardi Rangga, Sarno, Suparyono, Agus Riyanto Sebagai Pe-materi dan Heru Wijaya pembawa acara.
Lebih lanjut, PWI Trenggalek dalam diklat pelatihan jurnalistik tingkat dasar menyuguhkan lima (5) materi yaitu Dasar Dasar Jurnalistik, tehnik wawancara, tehnik menulis berita, bahasa berita serta penerapan kode etik jurnalistik.
Diklat Pelatihan Jurnalistik digelar di Aula Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Trenggalek dengan peserta Siswa-Siswi SMP Negeri/Swasta se- Kabupaten Trenggalek sejumlah 150 peserta.
Dalam kegiatan tersebut, respon para peserta sangat luar biasa.kedepan kami akan terus mengedukasi dan terus mengembangkan program-program komisi 1 dan komisi lainnya yang ada di PWI Trenggalek, biar bisa memajukan Organisasi,” ujar A.Yullis.S Ketua PWI Trenggalek
Kemudian Hamzah Abdillah, berpesan kepada seluruh peserta agar nanti bisa menyerap ilmu dari narasumber serta bisa menerapkan dalam hal penulisan literatur sebagai penunjang pendidikan, tuturnya.
Masih menurutnya dalam Diklat Pelatihan Jurnalis ini nantinya para Narasumber bisa menularkan ilmunya yang bermanfaat bagi para peserta.
Majalah sekolah, lanjutnya, tidak lagi sekadar media penyalur tapi sebagai imajinasi dan wawasan siswa dalam menyerap informasi baik didalam maupun di luar sekolah yang berguna untuk sekolah masing-masing , tetapi menjadi media aspirasi, komunikasi, organisasi, untuk membawa sekolah lebih maju lewat pengetahuan para siswa yang semakin dewasa dalam menyingkapi suatu masalah yang menyangkut sekolah.
Hardi Rangga berharap, majalah sekolah bisa berfungsi sebagai kawah ”candra dimuka” bagi calon-calon penulis masa depan,” menimpalinya.
Dan diakhir Diklat Jurnalis Semua Siswa SMPN dan Swasta di Kab.Trenggalek melakukan Foto bersama anggota PWI Trenggalek tanpak senang plus haru menandai acara yang berjalan Sukes dan Lancar…(Bambang/Tin)
Eror: Formulir kontak tidak ditemukan.

