By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
Notification Show More
Font ResizerAa
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Reading: Tragedi Malam Takbir Menjadi Trauma Bagi Sebagian Warga Kertomulyo
Share
Font ResizerAa
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
Search
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Follow US
Beranda » Blog » Tragedi Malam Takbir Menjadi Trauma Bagi Sebagian Warga Kertomulyo
HUKUM

Tragedi Malam Takbir Menjadi Trauma Bagi Sebagian Warga Kertomulyo

Redaksi
Last updated: 20 Juli 2019 1:06 pm
Redaksi
Published: 20 Juli 2019
Share
SHARE

PRN PATI – Takbir berkumandang di seluruh dunia, menyuarakan kebesaran Allah menyambut datangnya Idul Fitri 1 syawal 1440 hijriah, namun berbeda di desa Guyangan dan desa Kertomulyo kecamatan Trangkil Pati Jawa Tengah, 2 desa tersebut memiliki cara sendiri dalam menyambut lebaran dengan saling bentrok dan perkelahian (tawuran) 1 orang tewas. 5/6/19.

Dalam insiden tawuran dua desa yaitu Guyangan dan Kertomulyo telah meninggal M Akhlis (25) warga Desa Guyangan RT 05 RW 02 Kecamatan Trangkil dan tiga orang kondisinya sangat kritis yang sekarang dirawat di RSUD Soewondo Pati.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun oleh awak media Pena Rakyat News, kejadian tawuran berlangsung sekitar pukul 01.30 WIB dini hari. Pada saat itu, korban tewas bersama 20 orang temannya sedang nongkrong di perempatan Desa Guyangan, Kecamatan Trangkil.

Kemudian datang dua orang yang diketahui beralamat di Desa Kertomulyo, Kecamatan Trangkil, lewat di antara pemuda yang nongkrong tersebut. Kedua pemuda itu lewat sambil matanya melotot ke arah para pemuda Desa Guyangan.

Karena tindakan tersebut, salah seorang pemuda Desa Guyangan, yakni Ikmam Fikri yang juga salah satu korban, menegur keduanya. Lalu dua pemuda itu berhenti dan mengancam akan mendatangkan teman-temannya ke lokasi.

Selang 30 menit kemudian, datang pemuda dari Desa Kertomulyo yang berjumlah sekitar 30 orang ke perempatan tempat korban nongkrong tersebut. Tanpa diawali saling tegur sapa, kedua kelompok langsung baku hantam.

Setelah tawuran selesai, baru diketahui bahwa ternyata ada satu orang telah meninggal dunia dan empat orang mengalami luka-luka. Para korban kemudian dilarikan ke RSUD Soewondo untuk mendapatkan tindakan medis.

Kelima korban merupakan warga Desa Guyangan, Kecamatan Trangkil. Sementara hasil visum yang dilakukan untuk korban meninggal dunia, yakni M Akhlis mengalami sejumlah luka.

Dari kejadian itu 3 orang menyerahkan diri ke Polisi dan mengakui perbuatannya dan ditetapkan sebagai tersangka yaitu Rio Bimantoro, Akh. Mikuwan dan Ari Rianto yang saat ini ditahan di Polres Pati.

Sementara berdasarkan pengakuan dari NS (inisial), NS adalah orang yang ditangkap saat di tambak, dirinya merasa trauma saat menjelaskan kronologi kejadian penangkapan beberapa waktu yang lalu, pasalnya NS mengalami kekerasan saat penangkapan dan diperiksa di Polsek Trangkil, NS di injak-injak, dipukuli dengan mata dilagban dan penyiksaan lainnya setelah itu karena dirasa tidak bersalah di suruh pulang.

Lebih lanjut dari kejadian dugaan penyiksaan yang dilakukan oleh Pihak Polsek Trangkil terhadap NS mengakibatkan banyak warga Kertomulyo yang bersembunyi karena takut ditangkap, hal ini seperti yang dialami oleh Eni istri dari ZA (inisial).

“suami saya itu tidak ikut apa-apa pak, namanya ada rame-rame dia boncengan sama temennya melihat kejadian itu, karena ada yang membacok pakai arit, suami saya ikut melerai dengan merebut arit itu dan membuang, sekarang kata pak Kades suami saya dijadikan DPO, ya dia bersembunyi pak takut diapa-apain” ungkap Eni ibu satu anak dengan berkaca-kaca. 15/7/19.

Jurnalis : Suparno dan Tim

You Might Also Like

Perkara Pengerusakan Rumah Warga Natar, Diduga Didalangi PTPN VII Lampung
Pedagang Emas Dibacok Oleh 5 Orang Perampok
Luar Biasa… 8 Pelaku Tambang Emas ‘Bodong’ di Aliran Batang Ombilin Digasak Polres Sawahlunto
Tambang Liar Brantas Kota Kediri Seakan Jadi Pemandangan Bisnis Menggiurkan
Ternyata Santri Mamba’ul Ulum Tewas ‘Dihajar’ Senior
TAGGED:Korban Salah TangkapSemarang
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trend Terkini
KABAR JATIM

KPPU Dorong Mahasiswa Pahami Persaingan Usaha untuk Bangun Ekonomi Berdaya Saing

Redaksi
By Redaksi
30 September 2026
Sidak Sekolah Penerima Revitalisasi, Sekda Jombang Ingatkan Soal Tanggung Jawab
Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul
PT. PRADHA KARYA PERKASA Sampaikan Hak Jawab Melalui Anggota TNI Terkait Pemberitaan Dugaan Limbah di Karangdiyeng
Pemkab Malang Realisasikan Hotmix Pendem Jatisari Pakisaji

Kategori Berita

  • Politik
  • Lawan Korupsi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Kabar JATIM
  • Nusantara
  • Opini
Menu Cepat
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Susunan Redaksi
  • Copyright
  • Disclaimer
SGN Dukung HUT ke-81 TNI, Salurkan 15 Ton Gula untuk Bakti Sosial dan 1,5 Ton untuk Pasar Murah
6 Oktober 2026
Di Hadapan 600 Wisudawan UNWAHA, Zulhas: Berani Itu Menentukan Masa Depan
5 Oktober 2026
Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul
3 Oktober 2026
Sidak Sekolah Penerima Revitalisasi, Sekda Jombang Ingatkan Soal Tanggung Jawab
2 Oktober 2026
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
© Penarakyatnews.id 2026. All Rights Reserved. Developed by Marga
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?