PRN Tangerang~Berkenaan dengan pernyataan Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), setidaknya ada 3 pabrik sepatu yang akan pindah dari Provinsi Banten, yang dilansir beberapa media dalam minggu ini.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangerang Banten H Rakhmansyah mengatakan, tidak ada pabrik sepatu yang berada di wilayah Pemerintahan Kota Tangerang Provinsi Banten yang pindah.
Dari 19 pabrik sepatu yang terdata di Disnaker Kota Tangerang, hanya ada satu pabrik yang expansi ke Jawa Tengah tetapi bukannya pindah, melainkan membuka cabang baru.
PT. Panarub memang sudah membuka cabang baru di Brebes Jawa Tengah, tapi disini tetap (beroperasi) masih ada ribuan karyawan yang bekerja, dia (PT. Panarub) akan terus melanjutkan produksi disini, ujar Rakhmansyah di kantor nya, Kamis (21/11/2019).
Saat ini kami tidak memiliki banyak informasi terkait perpindahan pabrik sepatu dibawah Aprisindo dengan lengkap.
Salah satu nya adalah PT. Bintang Indokarya Gemilang yang menjadi salah satu pabrik sepatu yang tertulis dalam data Aprisindo yang telah mengantongi izin perluasan di Brebes Jateng, imbuh nya.
Rakhmansyah juga menegaskan, dari 19 perusahaan sepatu yang masuk dalam data Disnaker Kota Tangerang, saat ini belum ada satupun yang pindah ke jawa tengah, kecuali PT. Panarub (bentuknya perluasan cabang).
Ketika diminta data 19 perusahaan sepatu tersebut, Rakhmansyah enggan memberikannya, dengan alasan masih dalam tahap pengolahan data dan belum final kata nya.
Pernyataan Rakhmansyah tersebut sekaligus membantah atas pernyataan Aprisindo yang menyebut, sejumlah pabrik sepatu di Provinsi Banten ramai-ramai buka pabrik di Jawa Tengah.
Ketua Umum Aprisindo Eddy Widjanarko mengatakan, setidaknya ada 3 pabrik persepatuan yang akan pindah dari Banten ke Jawa Tengah.
Dengan alasan karena Upah Minimum Kota/Kabupaten di Jawa Tengah lebih rendah.
Direktur Eksrkutif Aprisindo Firman Bakri menambahkan, bukan tanpa alasan pabrik-pabrik tersebut pindah dari Banten yang notabene nya memang sebagai tempat berdirinya pabrik dan beragam industri.
Terhitung Juni 2019, sudah ada 25 pabrik yang berinvestasi di Jawa Tengah dan sudah mendapatkan izin.
Dari 25 pabrik tersebut sebagian besar dari Provinsi Banten, pungkas Firman.
(HARTONO/HUD)

