PRN KEDIRI – Atlet sea games cabang senam Shalfa Avrila Siani asal kota Kediri harus menelan pil pait kekecewaan terkait alasan dan statement pelatih yang menjulang paksa sang atlet dengan dalih sudah tidak perawan lagi ungkapan itu betul” membuat terpukul sang atlet dan keluarga besarnya.
Tuduhan tim kepelatihan sangat tak mendasar dan tidak beralasan yang membuat kaget pihak keluarga atlet cabang senam tersebut sontak kejadian membawa duka dan malu akhirnya keluarga sepakat membawa Shalfa ke rumah sakit Bhayangkara untuk memeriksakan terkait kondisi putrinya dengan statement tim kepelatihan.
Ternyata tim medis menyatakan bahwa sang atlet Shalwa masih perawan pernyataan tim medis RS bhayangkara ini Ahirnya menjawab tuduhan tim kepelatihan dengan tuduhan tidak perawan itu tidak terbukti.
Karena ini membawa nama baik dan kredibilitas moral keluarga dan Shalwa maka pihak keluarga menempuh jalur hukum meminta keadilan terkait statemen tim kepelatihan
Kuarga kecewa karna putrinya gagal mewakili Indonesia Ajang Sea games 2019 di Filipina ibunda Shalwa Ayu Kurniawati menuturkan bahwa setelah mendengar kabar itu langsung pihak keluarga menjemput putrinya Pelatnas Sea games di Gresik Jawa timur karna keluarga tak yakin dengan kabar tersebut maka sang putri langsung di bawa ke rumah sakit Bhayangkara kota Kediri
Kekecewaan pun terasa dimana sang atlet yang telah bersusah payah berjuang mengumpulkan 49 medali itu merasa syok dan terpukul terkait ucapan dan statement pelatih yang memulangkan paksa Shalwa dengan dalih tidak perawan, tidak ada surat pemberitahuan terlebih dahulu.
Kabar ini sudah merebak dan dikonsumsi publik, bahwa Shalfa tidak virgin dan selaput dara sudah robek diduga karena pernah diperkosa orang, maka Kuasa hukum keluarga Shalwa Imam muklas S.H akan memperjuang kan nasib anak bangsa ini untuk mendapatkan keadilan surat laporan Anya sudah di tembuskan ke menpora , dan presiden RI bapak Ir H .Joko widodo tim kuasa hukum meminta kepada Kemenpora untuk menindak lanjuti keputusan pelatih yang mana telah merusak nama baik dan kepercayaan diri sang atlet dan keluarga karna permasalahan ini erat kaitannya dengan masalah kredibilitas keluarga di mata umum sang atlet yang telah berjuang keras untuk menggapai cita citanya Shalwa mulai masuk pelatnas tiga pekan lalu dia harus rela berpisah dengan keluarga.
Selain memborong berbagai medali dan penghargaan lainya Shalwa bahkan pernah mendapat piagam Satya Yasa cundamani di mana penghargaan tersebut adalah penghargaan tertinggi dari Pemkot Kediri dan bahkan Shalwa mendaapat medali perunggu. (Bambang)

