PRN MAGETAN -Proyek Rehabilitasi Jembatan Randu Kuning di Ds.Temboro, kecamatan Karas Magetan Yang di kerjakan oleh Kotraktor pelaksana Cv. ALIYYAH Konsultan Pengawas Cv. Karya Tujuh Satu. Dan proyek tersebut dalam Pengawas dan Pengamanan TP4D Kejaksaan Negeri Kab.Magetan. 24-02-2020.
Proyek tersebut telah selesai dengan target yang ditentukan, dan semua sudah sesuai teknis dan RAB.
PROYEK LPSE DPUPR kab.Magetan th 2019 yang didanai dari anggaran pemerintah dengan nilai Rp. 2,854 miliyar ini diterapkan/ dikekerjakan dengan sangat teliti hati-hati dan profesional.
Karena proyek tersebut pengerjaanya sangat extreme, banyak menggunakan alat berat dan sangat ekstra teliti dari para ahli dibidang konstruksi jembatan.
Proyek tersebut adalah jalur utama penghubung dari tiga kecamatan sekaligus yaitu:Kec. Karas,kec. Maospati, Kec. Sukomoro.
Dan bertepatan dengan kampung religi ponpes Alfatah Temboro yang di huni sekitar 30 ribu jiwa dari berbagai pulau di indonesia, juga banyak yang dari luar negeri menimba ilmu agama di ponpes Temboro tersebut.

Dengan selesainya Rehabilitasi proyek Jembatan Randu Kuning ini, sangat membatu ekosistem perekonomian masyarakat setempat, juga bagi penguna jalan. yang sebelumnya jembatan sangat sempit kecil juga rawan terjadi kecelakaan di wilayah sekitar jembatan karena sempitnya jembatan sebelum dibangun.
Kini setelah proyek jembatan selesai , masyarakat sekitar dan juga warga pendatang, merasa senang dan nyaman saat melalui jembatan tersebut karena sudah lebar dan aspalnya halus, trotoarnya rapi, jika malam hari ada lampu penerangnya.
Saifudin, warga Ds.Temboro yang setiap hari menjadi tukang ojek para santri pondok, mengatakan ” Setelah proyek jembatan randu kuning ini jadi dan jalan menjadi lebar halus, kami para pengguna jalan kususnya para tukang ojek yang setiap hari lewat jembatan lebih dari 10x lalu lalang mengojek para santri dari/ke pondok yang keluar masuk menuju terminal Maospati, ataupun para anak sekolah,pedagang pasar, juga wali santri yang berkunjung ke pondok, dan para masyarakat yang hilir mudik ke pasar tradisional di Ds.Temboro, sangat puas dan senang sekali, karena jalannya sudah halus dan jembatanya sekarang sudah lebar mas, dan setahu saya sekarang sudah jarang ada kecelakaan di area jembatan itu, mas”. Ungkapan saifudin, koordinator ojek pondok. pada wartawan.
Terpisah Petinggi Cv.ALIYYAH H. Luqman Mengatakan.” Kami dari pihak kontraktor pelaksana dan kami selalu koordinasi dengan konsultan pengawas Cv. Karya tujuh satu, mas Riyan. Untuk saling memantau mengawasi dan meneliti proyek jembatan tersebut, walau pekerjaan kami sudah selesai.
Namun kami tetap bertanggung jawab dalam masa pemeliharaan sampai batas waktu yang ditentukan berakir. Dan kami tetap siap siaga ambil tindakan cepat jika kami temukan sesuatu kendala yang urgent dan vital pada masa pemeliharaan ini berjalan mas,”. Kata H. Luqman kepada awak media. Pada 22/02/20.
Disisi lain Jembatan Randu Kuning ini tidak luput dari Laluan armada dump truk yang bermuatan material dari tambang setiap hari rata yang melintas sekitar 200 armada, yang bermuatan diduga melebihi kapasitas tonase, dari ketentuan. Tambang galian C. Yang ada di Ds. Temboro.
Dengan jalan tersebut adalah klas IIIC .Namun armada dari tambang galian C. bermuatan ada yang 10 ton/ 12 ton per Rit muatan dump truk yang melewati jembatan tersebut dan itu melebihi batas tonase untuk jalan/jembatan klas IIIC dijalur tersebut….(Jurnalis :Beni Setyawan).

