PRN SURABAYA |Final lomba “Katok Color” yang diselenggarakan KJJT (Komunitas Jurnalis Jawa Timur) bertempat di The Square Hotel Surabaya, Jatim, Jum’at (21/8/2020) sore, berjalan dengan meriah.
Tampak hadir Yudi Irawan dari Dewan Redaksi Radar Nasional.or.id juga termasuk penasehat KJJT, Slamet Maulana akrab dengan sebutan Ade ketua KJJT dan Cak Amo Cowas pos beserta teman-teman Juranalis Dari beberapa Daerah diJawa Timur.
Peserta jurnalis yang belum ikut lomba diharuskan ambil dokumen video yang juga di lombakan Video terbaik, pemenangnya diambil Juara 1,2 dan 3.
Acara Lomba pakai “Katok Color” dimulai dan terlihat lima orang pria duduk di lantai saling membelakangi. Posisi duduknya lurus berurutan. Begitu terdengar suara tiga, dua, satu, serentak posisinya tak beraturan. Semuanya bergegas mengenakan celana kolor.
Tapi apa daya, kesemuanya menemui kesulitan memasang celana kolor dengan cepat dan sempurna.
Betapa tidak. Mereka dilarang memakai alat bantu kedua tangan. Hanya memakai kaki.
Sulit. “Angel ..angel..angel”. Tak sedikit komen khas Suroboyoan yang lagi ngetrend ini muncul.
Begitulah gambaran suasana salah satu lomba 17-an yang diadakan Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT), di area Pool Side, The Square Hotel, Surabaya, Jatim, Jum’at (21/8/2020) sore.
Di area pool side (kolam renang,red) ini semua pesertanya adalah jurnalis, awak media dari beragam perusahaan media cyber di Jatim.
Saking meriahnya, khusus lomba ini saja ada empat sesi grup cowok, dan satu sesi grup jurnalis perempuan.
Tiap sesi diikuti 5 peserta, dan diambil juara 1, 2, dan 3. Dan yang lebih seruhnya lagi.
“Yang kalah juga mendapatkan hadiah hiburan yang meriah juga”
Suasana semakin heboh, karena waktu tiga menit tidak ada yang bisa mengenakan celana kolor dengan sempurna.
Mereka diperbolehkan menggesek – gesek, menggerak gerakkan pinggang dan pahanya.
Lucunya, tak sedikit dari mereka menggesek gesekkan celana agar naik sempurna ke tembok, dan pot bunga. Mereka kesulitan mencari permukaan kasar agar celana kolor bisa naik sempurna.
Mayoritas celana kolor nyangkut di paha. Sulit naik ke atas lagi.
Sebut saja Agusnal, dari beritarakyat.com, karena kaki terkilir sebelum lomba, celana kolornya hanya sampai di betis.
“Susah kali nih bang,” ujarnya dengan logat Indonesia Timur.
Yang lebih heboh karena diiringi musik dangdut, peserta jurnalis cewek. Dengan gaya mulet, geol geol dan joget ditiang batu membuat penonton tergelak tawa. Kepingkal- pingkal.
Marsel, jurnalis fajarnusantaranews.com, malah menari bak penari erotis di tiang tembok batu.
Penonton tak sedikit yang teriak gemas. “Ayo ayo..tangannya gak boleh ikut,..”. Geregetan ingin menarik celana kolor ke atas.
Di jarak sejengkal dari mereka para peserta ini, Master of Ceremony atau announcer (pembawa acara,red) tak henti berteriak menyemangati.
“Ayo …ayo..semangat. Terus terus…jangan putus asa. Awas tangannya tetap di belakang,” begitulah announcer memakai pengeras suara.
Sore itu, puluhan awak media dari berbagai perusahaan media di Jawa Timur, hadir. Tidak hanya Surabaya, tapi juga Sidoarjo. Sayang peserta dari kota lain berhalangan hadir. Tetapi mereka tetap menyemangati dan mengikuti walau melalui grup WA dan live IG.
Acara pertama ini dilaksanakan di hotel The Square karena di hotel ini telah bekerja sama dengan KJJT. Apalagi sangat mendukung protokol kesehatan sesuai imbauan pemerintah.
Area sebelum lomba sudah disterilkan atau disemprot disinfektan, seluruh peserta dan panitia KJJT saat masuk hotel harus menjalani protokol cek suhu tubuh, memakai masker dan cuci tangan.( Yuli)

