PRN BOJONEGORO | Salah satu petugas dari TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan) di Wilayah Gayam merasa keberatan bila pihaknya dituduh telah membagikan daging busuk kepada KPM (Keluarga Penerima Manfaat). Rabu, (09/09/2020).
Pasalnya, Menurut YZ (insial petugas) pembagian beras dan daging ayam serta barang bantuan lainnya dari Progam BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) sudah dijalankan sesuai prosedur menurut aturan yang berlaku.
“Di Kecamatan Gayam itu tidak pernah ada daging busuk. Tidak pernah, Karena barang komoditi BPNT baik beras, telur, tempe, buah, ayam, itu di dropping dalam satu hari. Nah, dalam satu hari itu, setelah komplit langsung dibagikan ke KPM. Bahkan saat dibagikan ke KPM ayam itu masih kondisi beku.” ungkap YZ saat dikonfirmasi Wartawan
Selain itu, masih kata YZ, sebagai pendamping, pihaknya juga sudah melakukan pengecekan ke Agen, ketua kelompok, dan pendamping terkait kondisi barang bantuan tersebut, seperti daging, buah dan telur.
“Jadi saya sebagai pendamping, tugas saya kan memantau juga memonitoring, Saya selalu menanyakan kepada pendamping lain (pdp pkh), Agen, ketua kelompok, apakah ada ayam & buah busuk, saat itu. Biar nanti langsung kami konfirmasi ke Supliyer & langsung diganti. Jadi saat dicek jika memang tidak ada yang busuk, ya sudah. Kalau misalkan ada telur pecah satu ato 2 itu wajar, itupun jg lgsung di ganti yg pecah” Pungkasnya
Terkait Progam BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) di Wilayah Kecamatan Gayam petugas sudah menjalankan sebagaimana mestinya. Dan sudah dilakukan pengecekan sebelum barang bantuan itu dibagikan. (Iwan)

