close
KABAR JATIM

DEMO WARGA …Jangan Kotori Desa Kami Dengan Debu !!! Rakyat Menjerit Penambang Berduit

 PRN MOJOKERTO | Berbagai spanduk terbentang dengan bertuliskan macam-macam kalimat yang intinya bukan puja puji perayaan kemerdekaan RI namun memprotes pemerintahan desa Jatidukuh agar menghentikan segala aktifitas galian C yang selama ini dirasa meresahkan dan merusak alam.

Tidak kurang dari 200 orang warga Jatidukuh, Bening dan Plosobleberan kecamatan Gondang kabupaten Mojokerto tumplek blek di balai desa Jatidukuh serta di area galian C milik CV Cikal warga dengan membawa berbagai bendera merah putih, mobil memuat sount system dan poster serta pamphlet yang bertuliskan beraneka ragam tuntutan warga.

Terdengar dengan jelas dalam orasi warga bahwa apapun bentuknya ijinnya harus dicabut, dan hari ini tidak peduli ada ijin apa tidak bechoe harus keluar dari lokasi dan tidak ada lagi kata mediasi, hal ini sudah lama dirasakan oleh warga Jatidukuh dan sekitarnya bahwa dengan adanya galian C bendungan air menjadi rusak, air menjadi keruh, yang akhirnya merusak hasil pertanian.

Sementara Ipda Sugianto (Polsek Gondang Res Mojokerto) menyampaikan Bahwa kami dari kepolisian kapasitas sebagai pengamanan dalam aksi ini, kita memberikan rasa aman kepada warga dalam aksi unjuk rasa ini. Kami sebagai penegak hukum, terkait dengan perijinan sudah diatur diperundang undangan, dimana perijinannya juga dikeluarkan oleh pihak yang berwenang. Negara kita negara hukum saya yakin warga Ds. Jatidukuh taat hukum, semua sdh diatur dalam UU, monggo dilaksanakan sesuai dengan mekanisme yang berlaku, silahkan berkoordinasi dg pengelola maupun dengan pemerintah desa.

Lebih dalam Penyampaian perwakilan warga Sujari dan Suarti, yang intinya Permintaan masyarakat hari ini alat berat/ bechoe harus keluar lokasi galian C, untuk kemudian dilakukan mediasi. Menanyakan SIUP galian C, terkait dengan aktifitas kembalinya penambangan nanti dibicarakan bersama. Bahwa daerah Ds. Jatidukuh merupakan salah satu daerah penyangga, kami berharap aktifitas penambangan dihentikan.

Menanggapi hal ini LERI mewakili dari pihak pengelola galian C CV Cikal menyampaikan bahwa sebelum melakukan penambangan melakukan perijinan dengan instansi yang terkait termasuk kami mendatangi pemerintah desa, tokoh masyarakat, dll. Bahwa LERI membuktikan irigasi tidak rusak dan kondisi tanggul masih baik, kalau penambang yang lama ceroboh, kami membuktikan penambangan hari ini tadak merusak tanah milik warga termasuk irigasi lancar airnya.

“Saya mempersilahkan benchoe mau di police line, tidak diperolehkan aktifitas dan sambil menunggu mediasi “ Ucap LERI

Tepat pukul 12.40 wib Kompol David selaku Wakapolres Mojokerto tiba dilokasi Galian C dan meredam massa aksi warga Jatidukuh, Bening dan Ploso Bleberan dan aksi bubar dengan damai sera aman. (san/red)

Tags : MojokertoUnjuk Rasa

Leave a Response

*