close
LAWAN KORUPSI

Miris !! Komite SMAN 1 Tarik Dipakai Melancarkan Pungutan

PRN SIDOARJO | Dunia pendidikan SMAN 1 Tarik Kab, Sidoarjo tercoreng akibat ulah penyenggara. Perpres Saber Pungli no 87 tahun 2016 seperti hiasan bagi mereka.

Alih alih dapat menyekolahkan anaknya dengan biaya murah justru EO (samaran) harus gali lobang tutup lobang demi membayar berbagai macam pungutan di sekolah.

Sekolah Negeri yang digembar-gemborkan pemerintah Gratis ternyata tak seperti kenyataan.

Kepada wartawan, wali murid ini mengeluhkan nominal pungutan dengan kata *SUMBANGAN* yang harus dibayar secara diangsur selama 1 tahun ajaran di SMAN 1 Tarik Kab, Sidoarjo.

Bapak yang bekerja sebagai buruh harian ini setidaknya harus membayar 2 juta untuk pembayaran sumbangan diangsur selama 1 tahun semacam hutang Kredit bank

Kepada wartawan, narasumber mengeluhkan kebijakan ini. Menurutnya, di masa pandemi seperti sekarang ini mencari untuk kebutuhan sehari-hari sudah cukup sulit.

“Bahkan setahu saya ada teman wali murid sampai saat ini tidak sanggup bayar mas.” ungkap EO.

Dari keterangan dari istri EO saat diklarifikasi PRN mengatakan dengan rasa kesal, tentang apa yang pernah didengar lewat media telivisi dan media cetak oleh Gubernur.

“Gubernur Khofifah iku tahu ngomong lek sekolah negeri iku gak bayar lah Iki malah Ake bayare mas”

Sebagai perpanjangan tangan pemerintah pada dunia pendidikan, aturan yang diterapkan SMAN 1 Tarik Kab, Sidoarjo tampaknya jauh dari semangat memajukan dan mencerdaskan anak bangsa.

Walaupun pungutan dilakukan melalui komite SMAN 1 Tarik, AL mengaku bahwa tahapan musyawarah dibuat bersama oleh pihak sekolah maupun komite karena biar secara terpaksa dan malu sesama wali murid agar mau dan setuju untuk membayarnya.

“Kami diundang komite tapi sudah disiapkan selembar pernyataan yang harus ditandatangani dengan pilihan nominal yang sudah ditentukan untuk dibayar”, ungkapnya.

Masih dalam keterangan EO, wali murid ini menyampaikan bahwa di forum itu tidak bisa menyampaikan keberatan kepada komite kenapa semua wali murid pasti malu.”Ungkap EO

Menanggapi informasi ini, pak sidik selaku Humas membenarkan ‘ada tarikan saya gak tahu berapa tapi kalau masalah konfirmasi bisa keperwakilan dinas karena dijadikan satu pintu disana’.

Penulis : Yuli

Tags : Pelancar PungutanSidoarjo

Leave a Response