PRN BANTEN | Banjir yang melanda dua Desa di Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten, yakni Desa Undar Andir dan Desa Dukuh menyebabkan ratusan rumah terendam air.
Hal itu dikarenakan, meluapnya sungai Ciujung yang tak mampu menampung debit air kiriman dari Sungai Ciberang dan Cileles Kabupaten Lebak.
Menurut Latif warga desa Dukuh mengatakan bahwa banjir sudah terjadi sejak pagi hari. Namun, saat itu masih dangkal. Terendamnya pemukiman warga di wilayah Desa Dukuh terjadi sekitar pukul 17.30 WIB sampai jam 4 pagi ini, belum juga surut.
Sementara, warga yang terdampak banjir di Desa Dukuh langsung di evakuasi oleh Pemerintah Desa Dukuh di sekolah Miftahul Ulum yang berada di Kampung pasir Binong.
Di tempat yang sama, Angga selaku masyarakat Kecamatan Kragilan mengatakan, kami sangat mempertanyakan kinerja dari BPBD Kabupaten Serang yang datang ke lokasi hanya mengambil data saja dan tidak terjun ke lokasi yang terdampak banjir terutama di Kampung Palembangan RT 06 dan RT 07, RW 003, Desa Dukuh.
“Kalau hanya mengambil data dan foto-foto saja, tak harus repot-repot datang ke lokasi. Cukup minta saja, kepada Pemerintah Desa atau Muspika,” Cetusnya.
Namun kinerja kepala desa (kades) undar andir Patut di pertanyakan juga sejauh mana kepedulian kades terhadap masyrakatnya yang terdampak banjir
Hingga berita ini di turunkan kades undar andir belum bisa di temui oleh awak media. (Mattzami)

