close

PRN PASURUAN | Proyek TPT di desa Wonosunyo Kec. Gempol yang dikerjakan oleh CV. Indana pada tahun 2020 ambruk. Pelaksana proyek disinyalir tidak mengikuti ketentuan campuran bahan sesuai RAB. Selasa (5/1/2021).

Saat ditemui awak media, Kepala desa Wonosunyo dan Kaur pembangunan memyampaikan bahwa pihaknya telah mengingatkan pemborong akan resiko tersebut.

“Sudah diingatkan tapi tidak digubris,” demikian petikan keterangan yang disampaikan kepada media.

Saat meninjau lokasi, benar saja tampak proyek yang sudah hancur. Bersama Media, hadir juga Pejabat Pembuat Komitmen PU BINAMARGA,  bapak Cahyo.

Selain itu, Pengawas, bapak Andre juga turut hadir meninjau lokasi. Kepada seluruh yang hadir, Sdr. Dayat selaku pemborong menyampaikan bahwa hancurnya TPT dikarenakan curah hujan yang cukup tinggi sehingga tanah tergerus.

Menepis alibi tersebut, awak media yang sejak awal telah menjadi kontrol sosial atas proyek ini, mencoba meluruskan informasi. Dengan bekal rekaman video, disampaikan bahwa bahan yang dipakai tidak sesuai standart. Mulai pasir yang dicampur dengan tanah sampai campuran semen yang tidak sesuai.

Pantauan di lokasi, selain sisi yang hancur, ditemukan pula bidang-bidang yang mengalami kesurakan ringan dan sedang. Terkesan hanya membuang anggaran. Keseriusan pemborong dalam membangun bumi Pasuruan patut dipertanyakan. (toro)

Tags : Diduga Proyek Abal-abalPasuruanPemborong Nakal

Leave a Response