26 C
Mojokerto
BerandaHIBURAN, SENI & BUDAYAHONG MANGARCANA MAYASIDHI SEKARING BHAWANA LANGGENG

HONG MANGARCANA MAYASIDHI SEKARING BHAWANA LANGGENG

PRN MOJOKERTO : KERIS” (dhuwung, sundhapa, wangkingan, khatga, suduk, curiga, patrem)” sejatinya  memang bukan senjata tikam
Melainkan sebagai “PIANDEL” atau “SIFAT KANDEL / PERCAYA DIRI”.

Keris merupakan salah satu dari lima benda yang harus dimiliki oleh laki laki dewasa, sebagai simbol kemapanan “Lima prakara kanggo jaka mardhika yaiku : garwa, wisma, turangga, curiga lan kukila” (lima hal untuk lelaki sejati adalah : rumah, istri, kuda, senjata dan burung “)

Keris terkadang juga dihiasi dengan untaian bunga mawar melati yang dikalungkan pada hulu batang keris dengan filosofi, dengan membawa keris agar jangan memiliki watak beringas, emosional, pemarah, adigang-adigung-adiguna, sewenang-wenang dan mau menangnya sendiri.

Keris (curiga) merupakan simbol kesaktian dan keperkasaan ini berdampingan dengan empat benda lainnya yaitu Turangga (kuda atau kendaraan), Griya (rumah, tempat tinggal), Garwa (istri), dan Kukila (burung atau sarana hiburan).

Keris juga adalah manifestasi dari doa/harapan bagi sang pemilik karena setiap pamor, dhapur,bentuk miliki arti & filosofinya masing”.
Keris juga bukan benda klenik yg selalu dikaitkan dengan hal-hal perdukunan, tapi keris adalah benda spiritual untuk meningkatkan kualitas hidup lebih baik.

Sebagai benda budaya nusantara yg resmi diakui UNESCO, dan sebagai produk budaya yang menandai kemajuan ilmu dan teknologi metalurgi masyarakat Nusantara di masa lalu, betapa majunya peradaban nenek moyang kita, pada masanya sudah ahli dalam metalurgi.

Jadi kita wajib berbangga, bukan malah merusak,membully bahkan anti / phobia dengan warisan leluhur.

Menjaga budaya juga salah satu bukti nyata kita mencintai bangsa. (Ki Kadek)

- Advertisement -
“fashion”

Sedang Hangat

Berita Menarik Lainnya